Pariwisata Tana Toraja. Foto: dok CIMB Niaga.
Pariwisata Tana Toraja Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Ade Hapsari Lestarini • 31 August 2026 23:30
Makale: Pengembangan pariwisata di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan perbaikan sektor pendukung seperti infrastruktur dan pendidikan.
Pembahasan mengenai pengembangan pariwisata berkelanjutan tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja bersama tim Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat. Tim yang terdiri dari Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) serta Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB melakukan audiensi dengan Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, di Makale.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Bappeda beserta Sekretaris, Kepala Dinas Pariwisata beserta Sekretaris, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Satpol PP, serta dr. Abraham Tombe.
Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg mengatakan pengelolaan pariwisata perlu dilakukan secara komprehensif agar dapat memberikan dampak terhadap sektor lainnya.
"Yang paling dibutuhkan Tana Toraja saat ini adalah pengembangan dan pengelolaan pariwisata yang komprehensif. Sektor pariwisata akan menjadi lokomotif yang menarik perbaikan di sektor lain seperti infrastruktur dan pendidikan secara berkelanjutan. Kami berharap ITB dapat membantu kami dari sisi promosi untuk mengenalkan kampanye Tana Toraja Masero kepada khalayak luas," ujar Zadrak, dalam keterangan tertulis, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Zadrak, pengembangan sektor pariwisata juga perlu dibarengi upaya memperkenalkan kampanye "Tana Toraja Masero" atau Tana Toraja Bersih sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan destinasi wisata.

Penguatan usaha lokal
Ketua Tim SBM ITB Sonny Rustiadi mengatakan pengembangan pariwisata perlu didukung strategi pemasaran dan penguatan pelaku usaha lokal agar manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat.
"Pengembangan pariwisata yang berkelanjutan harus dibarengi strategi pemasaran yang tepat sasaran. Kami siap mendampingi Pemkab Tana Toraja memetakan potensi bisnis lokal agar dapat dikelola secara profesional dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat," ujar Sonny.
Dari sisi perencanaan wilayah, Ketua Tim SAPPK ITB Firmansyah mengatakan pengembangan destinasi perlu mempertimbangkan konektivitas antarkawasan sekaligus daya dukung lingkungan.
"Tidak semua destinasi wisata harus dipaksakan dapat diakses bus besar. Perlu ada keseimbangan agar kualitas lingkungannya tetap terjaga," ujar Firmansyah.
Ia mengatakan ITB juga memiliki tim persampahan yang telah mengembangkan teknologi insinerator yang disebut telah lolos kualifikasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah di kawasan destinasi wisata Tana Toraja.
Sementara itu, anggota Tim SAPPK ITB Ira Prayuni mengatakan keberhasilan program pengembangan pariwisata membutuhkan koordinasi yang cepat antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
"Inisiatif secanggih apa pun membutuhkan responsivitas tinggi dari para pemangku kepentingan. Kami optimistis sinergi yang cepat dan sigap dengan OPD terkait akan membuat setiap rencana aksi dapat segera terealisasi di lapangan," ujar Ira.
Melalui kerja sama pemerintah daerah, perguruan tinggi, perangkat daerah, dan masyarakat, pengembangan pariwisata Tana Toraja diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesesuaian tata ruang kawasan.