Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin ke KTT Asia Timur. Foto: Anadolu
Filipina Undang Putin Hadiri KTT Asia Timur di Manila
Fajar Nugraha • 18 June 2026 17:10
Kazan: Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghadiri KTT Asia Timur ke-21 di Manila akhir tahun ini.
“Marcos menyampaikan undangan tersebut selama pertemuan bilateral dengan Putin di kota Kazan, Rusia barat daya, pada Rabu malam,” menurut pernyataan dari kantor presiden Filipina, dikutip dari Anadolu, Kamis 18 Juni 2026.
Presiden Filipina, sebagai ketua saat ini dari 11 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), berada di Kazan, tempat Putin akan menjamu para pemimpin blok tersebut pada hari Kamis untuk KTT peringatan saat kedua pihak memperingati 35 tahun hubungan mereka.
Marcos mengatakan kepada Putin bahwa KTT Asia Timur “tetap menjadi bagian integral dalam mempertahankan arsitektur regional menuju tujuan bersama kita untuk kawasan yang stabil, aman, dan makmur.”
Menjelang KTT para pemimpin, Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Maksim Reshetnikov mengatakan kepada forum bisnis ASEAN-Rusia pada hari Rabu bahwa perdagangan antara Rusia dan blok tersebut telah meningkat sebesar 58% selama dekade terakhir, mencapai $21 miliar.
Di bidang bilateral, Marcos menginginkan “kerja sama perdagangan dan ekonomi yang lebih kuat” dengan Rusia, menggarisbawahi potensi besar yang dapat dieksplorasi, khususnya di bidang energi dan ketahanan pangan.
Mengingat pertemuan komisi bersama tentang kerja sama perdagangan dan ekonomi antara kedua negara, Marcos mengatakan energi dan ketahanan pangan “muncul sebagai prioritas bersama kedua negara.”
Menyusul gangguan pasokan minyak global akibat perang AS-Israel dengan Iran, Filipina, negara yang kekurangan energi, adalah negara pertama yang menyatakan keadaan darurat ekonomi dan membeli minyak mentah dari Rusia pada bulan Maret, setelah AS memberikan pengecualian atas sanksi terhadap Rusia.
Kedua negara memperingati 50 tahun hubungan bilateral sejak Ferdinand Marcos Sr., ayah dari presiden petahana, melakukan kunjungan bersejarah ke Uni Soviet kala itu pada tahun 1976, yang berpuncak pada pembentukan hubungan diplomatik antara kedua negara.