Prabowo: Pemerintah Tidak Anti Pasar Bebas

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Youtube Setpres.

Prabowo: Pemerintah Tidak Anti Pasar Bebas

Anggi Tondi Martaon • 16 May 2026 13:30

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak anti dengan mekanisme pasar bebas. Namun, pemerintah hadir untuk menjamin kesejahteraan masyarakat sesuai prinsip Pancasila dan negara kekeluargaan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur (Jatim). “Sekali lagi tidak benar bahwa saya anti mekanisme pasar bebas. Saya tidak anti mekanisme pasar bebas, hanya saya mengerti bahwa pasar bebas bisa diselewengkan,” kata Prabowo dikutip dari Antara, Sabtu, 16 Mei 2026.

Kepala Negara menilai, mekanisme pasar bebas dapat memojokkan kelompok masyarakat miskin. Sebab, harus bersaing dengan pemodal besar.

Menurut RI 1, hal itu tidak adil. Sebab, menimbulkan kesenjangan kemampuan antara kedua pihak.

Oleh karena itu, pemerintah melakukan intervensi. Hal itu dilakukan untuk memastikan kesejahteraan masyarakat rentan melalui kebijakan afirmatif guna melindungi rakyat. 

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung kasus kematian aktivis buruh Marsinah. Ia menilai pengusaha yang hanya berorientasi pada keuntungan sebesar-besarnya tidak sesuai dengan dasar pendirian Indonesia.

Marsinah diketahui hilang dan ditemukan meninggal dunia beberapa hari kemudian setelah menjadi negosiator ratusan buruh yang melakukan pemogokan. Sebab, perusahaan tempatnya bekerja tidak menerapkan upah minimum dan otonomi serikat pekerja.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Setpres.

“Karena itu sekarang pun saya memimpin, saya ingin tegakkan Undang-Undang Dasar kita. Saya ingin tegakkan Pancasila bahwa Indonesia ini negara kekeluargaan. Kepada para pengusaha saya mengajak ayo bersama-sama menjadi Indonesia Incorporated,” ungkap Prabowo.

Prabowo menjelaskan konsep Indonesia Incorporated. Menurut dia, konsep tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara kekeluargaan yang menjamin seluruh rakyat berhak sejahtera dan menikmati kekayaan bangsa.

“Semua rakyat Indonesia berhak atas kekayaan tersebut dan semua pemimpin bertanggung jawab di setiap lapisan untuk memperjuangkan ini dengan semua kekuatan dan keberanian yang ada pada dirinya,” kata Prabowo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)