Menko AHY: RDMP Balikpapan Wujud Nyata Membangun Kemandirian Energi

Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan RDMP Balikpapan. Foto: Istimewa.

Menko AHY: RDMP Balikpapan Wujud Nyata Membangun Kemandirian Energi

Anggi Tondi Martaon • 13 January 2026 09:40

Balikpapan: Peresmian infrastruktur energi proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dinilai tonggak penting transformasi sektor energi nasional. Sebab, sejalan dengan visi pembangunan jangka panjang Indonesia.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan RDMP Balikpapan pada Senin, 13 Januari 2026.

“Proyek RDMP Balikpapan adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian energi nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, sekaligus menghadirkan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan bagi masyarakat,” ujar Menko AHY melalui keterangan tertulis, Selasa, 13 Januari 2026.

RDMP Balikpapan dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dengan nilai investasi mencapai USD 7,4 miliar atau sekitar Rp123 triliun. Hal itu menjadikannya proyek modernisasi kilang terbesar di Indonesia dan salah satu yang paling strategis di Asia Tenggara.

Melalui proyek ini, kapasitas pengolahan kilang meningkat signifikan dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Serta meningkatkan kualitas produk BBM dari standar Euro 2 menjadi Euro 5 yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
 

Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat itu menekankan bahwa RDMP Balikpapan memiliki peran strategis dalam mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Pemerintah. RDMP juga dapat meningkatkan produk LPG dari 48 ribu ton per tahun menjadi 384 ribu ton per tahun, sehingga berpotensi mengurangi impor LPG sekitar 4,9 persen.

“Kilang ini dirancang dengan kompleksitas yang lebih tinggi, sehingga mampu menghasilkan beragam produk bernilai tambah seperti LPG, gasoline, hingga bahan baku petrokimia. Ini penting untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat industri dalam negeri,” ungkap AHY.

Pembangunan RDMP Balikpapan juga mencatat penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 35 persen dan menyerap lebih dari 24.000 tenaga kerja selama masa konstruksi. Pembangunan tersebut memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat dan daerah.

Selain itu, AHY menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis yang inklusif dan berkelanjutan. "Tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi rakyat, memperkuat daya saing bangsa, dan menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Menko AHY.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, yang merupakan kilang minyak terbesar di Indonesia.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim pada hari ini, Senin, 12 Januari 2026. Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan," ujar Prabowo saat meresmikan RDMP Balikpapan dipantau secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 12 Januari 2026.

Prabowo mengatakan peresmian RDMP terakhir dilakukan pada 1994 atau 32 tahun yang lalu. Ia menyambut dengan bahagia kegiatan peresmian itu, karena diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM). Presiden menyebut Indonesia dikaruniai dengan kekayaan alam yang melimpah, termasuk sumber energi seperti kelapa sawit untuk biodiesel, geotermal, tenaga surya hingga tenaga air.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)