Ibunda Pramugari ATR 42-500: Selama Belum Bertemu, Mukjizat Masih Ada

Foto Pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport, Esther Aprilita Sianipar.

Ibunda Pramugari ATR 42-500: Selama Belum Bertemu, Mukjizat Masih Ada

19 January 2026 12:07

Bogor: Pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport, Esther Aprilita Sianipar, menjadi salah satu korban pesawat hilang kontak di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Keluarga menyakini mukjizat Tuhan masih ada untuk Eshter. 

Ibunda Esther, J Siburian, mengaku informasi mengenai kondisi korban belum diterima secara pasti. Tapi, keluarga masih menyimpan harapan besar.

“Harapannya mukjizat Tuhan masih ada. Selama kami belum melihat Esther, mukjizat Tuhan masih ada,” ujar dia ditemui wartawan, di kediamannya, di Bogor, Jawa Barat, Senin, 19 Januari 2026.

Serpihan Pesawat ATR 400 ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung. Dokumentasi/Istimewa

Dia mengungkap, terakhir kali menerima kabar dari Esther pada Jumat malam, 16 Januari 2026. Saat itu, dia masih sempat berkomunikasi dengan putri pertamanya melalui pesan singkat. 

“Kami masih chat, dia bilang di Jogja. Biasanya kalau begitu, besoknya dia komunikasi lagi, ‘aku di sini mah’,” ungkap dia.

Siburian mengatakan hingga kini keluarga memperoleh perkembangan pencarian korban melalui siaran televisi dan informasi langsung dari petugas.

"Dari tim DVI sudah datang tadi pagi sekitar jam 11, meminta identifikasi DNA yang bisa mempercepat proses identifikasi Esther,” jelasnya.

Keluarga berharap proses pencarian dan identifikasi korban dapat berjalan cepat sehingga kepastian mengenai kondisi Esther segera diperoleh. (MGN/Zakaria)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)