Ustaz Das’ad Latif menyampaikan tausiah tentang pentingnya membaca dan menuntut ilmu dalam program Gaspoll Sahur–Iqra yang digelar di Masjid Hajjah Siti Mang, Makassar dan ditayangkan di Metro TV. (Foto: Dok. Metro TV)
Memuliakan Al-Qur'an di Bulan Ramadan, Ustaz Das'ad Latif: Jadikan Pedoman Hidup, Bukan Sekadar Bacaan
Patrick Pinaria • 15 March 2026 14:19
Makassar: Bulan Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan, salah satunya dengan semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur'an. Hanya saja, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi harus dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Das'ad Latif dalam program Gaspoll Sahur yang disiarkan dari Masjid Hj. Sitti Mang, Makassar.
Dalam tausiah yang disampaikan di hadapan jamaah dan pemirsa Metro TV, Ustaz Das'ad Latif menekankan bahwa iman merupakan nikmat paling utama, terlebih pada bulan Ramadan yang menjadi waktu terbaik untuk memperkuatnya.
Ia mencontohkan bahwa kekayaan, jabatan, maupun popularitas tidak akan berarti tanpa iman. Menurutnya, sejarah menunjukkan bagaimana sosok seperti Firaun yang terkenal dan berkuasa justru dikenang dengan keburukan karena tidak memiliki keimanan.
"Kalau dia kaya, ada jabatannya, gagah, terkenal, populer, tapi tidak ada imannya, dia hina," ujar Ustaz Das'ad Latif dalam program Gaspoll Sahur di Metro TV, Jumat, 6 Maret 2026.
Ustaz Das'ad kemudian menjelaskan bahwa Al-Qur'an berfungsi sebagai pedoman hidup bagi manusia, sebagaimana buku panduan yang disertakan ketika seseorang membeli sebuah perangkat. Buku tersebut digunakan agar perangkat dapat dioperasikan dengan benar.
Ia mengibaratkan manusia seperti sebuah 'perangkat' ciptaan Allah yang telah diberikan petunjuk penggunaannya melalui Al-Qur'an.
"Siapa ciptakan manusia, Bu? Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ada buku pedomannya supaya tidak salah-salah ki beroperasi. Apa buku pedomannya, Bu? Al-Qur'an," ujarnya.
Menurutnya, Allah telah memberikan dua hal agar manusia tidak tersesat dalam hidup, yakni Al-Qur'an sebagai petunjuk dan Nabi Muhammad sebagai teladan untuk mengamalkannya. Jika keduanya sudah ada namun manusia tetap tersesat, maka kesalahan ada pada manusia yang tidak mengikuti petunjuk tersebut.
Cara Memedomaninya
Dalam penjelasannya, Ustaz Das'ad memaparkan beberapa tahapan agar Al-Qur'an benar-benar menjadi pedoman hidup.Tahap pertama adalah membaca Al-Qur'an. Ia menekankan pentingnya belajar membaca Al-Qur'an dengan baik agar seseorang dapat memahami isi kitab suci tersebut.
Setelah membaca, tahap berikutnya adalah mendengarkan bacaan Al-Qur'an. Menurutnya, di tengah kesibukan sehari-hari, seseorang tetap dapat mendengarkan Al-Qur'an melalui berbagai media seperti radio, ponsel, atau rekaman murottal.
Ia juga mencontohkan kebiasaan dalam keluarganya yang selalu memperdengarkan bacaan Al-Qur'an sejak anak masih kecil. Kebiasaan tersebut, menurutnya, dapat membentuk kedekatan anak dengan Al-Qur’an.
Tahap selanjutnya adalah membaca terjemahan Al-Qur'an agar makna ayat dapat dipahami. Dengan memahami arti ayat, seseorang dapat mengetahui pesan yang terkandung di dalamnya.
Namun menurutnya, tahap paling penting adalah mengamalkan isi Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
"Nah ini yang paling penting setelah dipelajari apa? Diamalkan! Karena kalau tidak diamalkan tidak bisa dapat pahala," kata Ustaz Das'ad.
Ia juga mengingatkan agar umat Islam berhati-hati dalam memahami ayat Al-Qur'an dan tidak menafsirkannya tanpa ilmu. Menurutnya, pemahaman agama harus dipelajari dari para ahli agar tidak terjadi kesalahan dalam menempatkan ayat.
Menjadikan Rumah Dekat dengan Al-Qur'an
Dalam sesi tanya jawab, salah satu jamaah menanyakan cara membangun keluarga yang dekat dengan Al-Qur’an.Menanggapi hal tersebut, Ustaz Das'ad menyarankan agar Al-Qur'an menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di rumah. Salah satunya dengan membiasakan memutar bacaan Al-Qur'an di rumah sehingga anggota keluarga terbiasa mendengarnya.
"Bayangkan Bu dari kecil selalu didengar Al-Qur'an maka dia akan gelisah kalau dia tidak dengar Al-Qur'an," ujarnya.
Ia juga menganjurkan kebiasaan membaca Al-Qur'an secara rutin, misalnya beberapa ayat setelah setiap salat. Menurutnya, amalan kecil namun konsisten lebih mudah dijalankan dan dapat membentuk kebiasaan yang baik.
"Yang Allah senang itu yang berkelanjutan," kata Ustaz Das'ad.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber pembentukan akhlak dalam keluarga agar rumah tangga dipenuhi ketenangan dan kasih sayang.
Menutup tausiah, Ustaz Das’ad mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk semakin dekat dengan Al-Qur'an, tidak hanya dengan membacanya tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.