Media Iran Publikasi Pernyataan Perdana Mojtaba Khamenei, Begini Isinya

Pesan pertama dari Ayatollah Mojtaba Khamenei sejak beliau menjadi pemimpin tertinggi Iran yang baru dibacakan di televisi pemerintah Iran. (IRINN)

Media Iran Publikasi Pernyataan Perdana Mojtaba Khamenei, Begini Isinya

Riza Aslam Khaeron • 13 March 2026 11:19

Jakarta: Empat hari setelah ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei akhirnya menyampaikan pesan pertamanya kepada publik. Pernyataan disampaikan dalam bentuk tertulis.

Melansir CNN pada Kamis, 12 Maret 2026, pernyataan Mojtaba Khamenei dibacakan oleh penyiar televisi pemerintah Iran

Pesan tersebut juga disebarluaskan melalui saluran Telegram baru yang dibuat oleh kantornya. Pesan tersebut dikemas dengan rilis tiga gambar sampel tulisan tangan yang diklaim milik tiga pemimpin tertinggi Iran; Ruhollah Khomeini, Ali Khamenei, dan Mojtaba Khamenei.

Dalam pernyataannya, Mojtaba Khamenei menyinggung soal kematian sang ayah. “Kepergianmu telah meninggalkan luka mendalam di hati… Banyak orang tidak menyadari nilai sejatimu. Mungkin bertahun-tahun akan berlalu sebelum semua tabir tersingkap,” kata Mojtaba dalam pernyataan tersebut.

Mojtaba Khamenei menegaskan akan terus membalas serangan dengan menargetkan kepentingan AS di kawasan. Ia menyerukan negara-negara di sekitar untuk menutup pangkalan AS. Ia juga menegaskan akan tetap menutup Selat Hormuz, yang merupakan jalur perdagangan minyak global.

Mojtaba juga belum mengisyaratkan penghentian perang. Melainkan, terus akan melakukan perlawanan.

Hingga kini, belum ada foto terbaru Mojtaba Khamenei yang dirilis sejak serangan Amerika Serikat-Israel di awal perang yang menewaskan beberapa anggota keluarganya, termasuk istri dan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang telah memimpin Iran selama lebih dari 36 tahun.
 

Baca Juga:
Mengenal Mazhab 12 Imam, Agama Resmi Iran dan Cabang Syiah Terbesar

Pejabat Iran mengeklaim Mojtaba Khamenei hanya mengalami luka ringan pada wajah dan kakinya dalam serangan udara yang dilakukan AS-Israel. Namun, klaim ini diragukan Nader Hashemi, profesor madya Politik Timur Tengah dan Islam di Universitas Georgetown, Washington, D.C.

“Semakin lama ia tidak tampil di depan kamera, semakin banyak rumor yang akan beredar mengenai tingkat keparahan luka-lukanya,” ujar Hashemi kepada CBC news.

Hashemi juga meragukan pernyataan yang dirilis media Iran benar-benar dari Mojtaba Khamenei, sebab hanya dalam bentuk tertulis. Ia menilai belum munculnya Mojtaba Khamenei ke publik bisa saja memicu polemik. Khususnya, mengenai kepastian kepemimpinan Iran.

“Jika ia terluka parah, lalu siapa yang mengeluarkan pernyataan hari ini?” tanya Hashemi.

“Jika ia tidak mampu menyampaikannya sendiri, apakah itu menunjukkan adanya kekuatan lain yang sebenarnya menjalankan negara ini, dan bukan Pemimpin Tertinggi yang memegang kendali?” tambahnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)