Gunung Semeru 4 Kali Erupsi Senin Pagi, Status Siaga

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak pada Senin (12/1/2026). ANTARA/HO-PVMBG

Gunung Semeru 4 Kali Erupsi Senin Pagi, Status Siaga

Lukman Diah Sari • 12 January 2026 11:56

Lumajang: Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami empat kali erupsi pada Senin pagi, 12 Januari 2026. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian mengatakan erupsi pertama terjadi pada pukul 08.09 WIB dengan kolom letusan mencapai ratusan meter.

“Erupsi pertama terjadi pada pukul 08.09 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin, 12 Januari 2026, melansir Antara.

Menurut Mukdas, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur laut. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 110 detik.

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak pada Senin (12/1/2026). ANTARA/HO-PVMBG

Aktivitas erupsi kemudian kembali terjadi secara beruntun pada pukul 09.06 WIB, 09.30 WIB, dan 10.20 WIB. Pada tiga erupsi berikutnya, visual letusan tidak teramati, namun aktivitas kegempaan masih tercatat hingga laporan disusun.

Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana.

Mukdas menegaskan masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” pesan dia.

Selain itu, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

PVMBG juga mengimbau warga untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di Gunung Semeru, terutama di wilayah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai di sekitarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)