Cuaca Panas dan Angin Kencang Picu Karhutla di Simalungun

Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Simalungun

Cuaca Panas dan Angin Kencang Picu Karhutla di Simalungun

Silvana Febiari • 27 March 2026 19:48

Simalungun: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis, 26 Maret 2026. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menjelaskan bahwa kebakaran tersebut dipicu cuaca yang sangat panas dan tiupan angin kencang di wilayah terdampak.

"Peristiwa ini dipicu oleh cuaca yang sangat panas dan angin kencang di wilayah Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas," kata Abdul dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Maret 2026. 
 


Kondisi angin kencang itu menyebabkan kobaran api dengan cepat menjalar ke beberapa titik lahan di sekitarnya. Berdasarkan pendataan awal, cakupan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai empat hektare.


Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Simalungun


Merespons kejadian tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Simalungun, Pemadam Kebakaran Pos Siantar, dan unsur Polri segera terjun ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Selain upaya pemadaman, koordinasi intensif dilakukan dengan pemerintah kelurahan setempat serta instansi terkait lainnya untuk mendukung penanganan darurat di lokasi terdampak.


Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Simalungun


BNPB mendorong seluruh pihak agar meningkatkan deteksi dini dan pengawasan di daerah rawan kebakaran. Hal ini dapat dimulai dengan melakukan patroli rutin, optimalisasi menara pengawas, serta pemantauan informasi cuaca secara berkala. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)