Negara Barat Agresif Adopsi Ekonomi Syariah, Rebut Pasar 1,5 Miliar Umat Muslim

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.

Negara Barat Agresif Adopsi Ekonomi Syariah, Rebut Pasar 1,5 Miliar Umat Muslim

Ade Hapsari Lestarini • 12 February 2026 22:01

Jakarta: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyoroti negara-negara Barat yang mulai agresif mengadopsi sistem ekonomi syariah. Negara tersebut seperti Amerika Serikat (AS), Italia, hingga Inggris.

Menag menilai, negara-negara tersebut telah menyadari potensi besar dari 1,5 miliar umat muslim dunia sebagai pasar yang strategis. Dia menyampaikan hal itu dalam Sharia Economic Forum Metro TV bertajuk "Mendorong Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia," Kamis, 12 Februari 2026.

"Kita lihat seperti negara-negara lain, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, termasuk Italia seperti yang saya sebutkan tadi, apalagi di Inggris luar biasa caranya untuk merebut pasar. Karena pasar umat Islam sekarang ini 1,5 miliar, itu kan pasar yang luar biasa," ungkap dia.


Ilustrasi. Foto: Freepik.
 

 

Indonesia harus jadi sokoguru ekonomi syariah


Nasaruddin menambahkan, Indonesia harus mengambil peran sebagai Sokoguru. Hal tersebut ditujukan, agar Indonesia tak hanya menjadi target pasar melainkan dapat menjadi teladan atau pilar utama bagi peradaban ekonomi syariah global.

"Indonesia ini adalah negara yang terbesar umat Islamnya, jadi seharusnya kita ini menjadi sokoguru atau teladan untuk gagasan-gagasan yang akan kita kembangkan," kata dia.

Nasaruddin Umar menegaskan, esensi dari ekonomi syariah bukan hanya untuk komunitas muslim melainkan bersifat universal. Konsep syariah, dipandang sebagai instrumen yang dapat menjawab persoalan ketimpangan, sehingga dapat menciptakan keadilan sosial dan ekonomi yang saling menguntungkan.

"Inti perjuangan kita sebetulnya ekonomi syariah itu bukan hanya untuk memberikan kepentingan terhadap komunitas muslim. Dalam hal ini, konsep syariah itu itu kan for all ya bukan hanya untuk satu kelompok tertentu saja, bagaimana menciptakan keadilan sosial, keadilan ekonomi dan win-win solution," ungkap Nasaruddin. (Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)