Operasi SAR Jurnalis Hilang di Perairan Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Senin. ANTARA/HO-Basarnas Lampung

Operasi SAR Jurnalis Hilang di Perairan Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

Whisnu Mardiansyah • 14 September 2026 20:50

Pandeglang: Tim SAR gabungan memperpanjang operasi pencarian lima jurnalis dan tiga warga yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Perpanjangan dilakukan selama tiga hari setelah pencarian hingga hari ketujuh belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi operasi pencarian hari ketujuh dan rapat bersama seluruh unsur SAR gabungan.

"Hasil evaluasi operasi SAR yang hari ketujuh yang kita laksanakan masih nihil, dan hasil rapat Tim SAR Gabungan kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan," kata dia dalam konferensi pers di Pandeglang, Banten, seperti dilansir Antara, Senin, 7 September 2026.

Dengan tambahan waktu pencarian tersebut, tim SAR kembali menyisir perairan sekitar Gunung Anak Krakatau untuk mencari delapan orang yang berada di dalam kapal cepat Arupadhatu 1.

Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung Rezie Kuswara mengatakan kondisi cuaca berkabut menjadi salah satu kendala dalam operasi pencarian. Jarak pandang di lokasi diperkirakan hanya sekitar satu mil laut.

“Cuaca berkabut dengan jarak pandang sekitar satu mil laut,” kata Rezie di Lampung Selatan, Senin.

Meski menghadapi keterbatasan jarak pandang, tim SAR gabungan tetap melakukan penyisiran dan pemantauan di sejumlah titik yang dinilai memungkinkan menjadi lokasi kapal maupun korban.

Rezie mengatakan pencarian dilakukan hingga tim memperoleh informasi mengenai keberadaan kapal dan korban. Namun, pelaksanaan operasi tetap mempertimbangkan keselamatan seluruh personel.
 


Pencarian Terkendala Cuaca

Rezie menjelaskan keselamatan personel menjadi prioritas dalam operasi pencarian, terutama karena lokasi pencarian berada di kawasan yang masih dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Hingga pencarian memasuki hari ketujuh, seluruh unsur SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan jurnalis dan kru kapal cepat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

“Hasil pencarian dari seluruh Tim SAR Gabungan baik RIB 02 Lampung, KN. SAR Basudewa, Pos SAR Tanggamus dan unsur yang terlibat dengan hasil nihil,” ujarnya.

Unsur yang terlibat dalam pencarian meliputi RIB 02 Lampung, KN SAR Basudewa, Pos SAR Tanggamus, serta sejumlah unsur SAR gabungan lainnya.



Tim SAR memantau peta operasi pencarian delapan warga yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten, Senin (14/9/2026). ANTARA/ZUBI MAHROFI.


Operasi pencarian akan terus dikoordinasikan. Setiap perkembangan akan disampaikan berdasarkan hasil penyisiran dan pemantauan di lapangan.

Kapal cepat Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Di dalam kapal tersebut terdapat lima jurnalis dan tiga warga.

Tim SAR gabungan sebelumnya telah melaksanakan pencarian selama tujuh hari. Setelah evaluasi, operasi diperpanjang selama tiga hari untuk kembali mencari seluruh korban.

Pencarian dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca, jarak pandang, serta faktor keselamatan personel di wilayah perairan Selat Sunda.

(Whisnu M)