Harga Minyak Mulai Merangkak Naik, Brent Sudah Tembus USD68/Barel

Ilustrasi harga minyak dunia naik. Foto: Freepik.

Harga Minyak Mulai Merangkak Naik, Brent Sudah Tembus USD68/Barel

Husen Miftahudin • 30 January 2026 09:09

Houston: Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam empat bulan terakhir, pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Ini terjadi karena meningkatnya kekhawatiran akan kemungkinan serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran yang meningkatkan keprihatinan tentang gangguan pasokan di Timur Tengah.

Mengutip Yahoo Finance, Jumat, 30 Januari 2026, harga minyak mentah Brent berjangka naik sebanyak 1,3 persen menjadi USD68,24 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 1,5 persen menjadi USD64,14.

Kenaikan tersebut mencerminkan premi risiko geopolitik yang meningkat seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Presiden AS Donald Trump telah meningkatkan tekanan pada Iran untuk mengekang program nuklirnya, termasuk ancaman tindakan militer, sementara kelompok angkatan laut AS telah tiba di wilayah tersebut.

Iran merupakan produsen terbesar keempat di OPEC, memompa sekitar 3,2 juta barel per hari. Karena itu, gangguan apa pun terhadap produksinya dapat berdampak signifikan terhadap pasokan global.
 

Baca juga: Harga Minyak Mentah Brent Stabil di USD66,54/Barel


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
 

Brent diramal tembus USD72


Kepala tim sektor energi di DBS Bank Suvro Sarkar mengatakan pendorong utama harga minyak tetaplah premi risiko geopolitik seputar Iran dan Timur Tengah. "Meskipun pemadaman listrik yang tidak direncanakan di Kazakhstan dan AS (Badai Musim Dingin Fern) juga berdampak sementara," ungkap dia.

Beberapa analis mengatakan peningkatan risiko konflik sudah tercermin dalam harga. Analis di Citi mengatakan dalam sebuah catatan, potensi Iran terkena serangan telah meningkatkan premi geopolitik harga minyak hingga berpotensi USD3 sampai USD4 per barel.

Mereka menambahkan, peningkatan ketegangan lebih lanjut dapat menaikkan harga Brent hingga setinggi USD72 per barel dalam tiga bulan ke depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)