2 Korban Selamat Kecelakaan Maut Bus ALS Pasutri Penjual Kasur Keliling Asal Pati

Rumah pasangan suami istri koban selamat kecelakaan maut bus ALS, Ngadiono alias Beno dan Jumiatun di Desa Tlogoayu, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati. Metro TV

2 Korban Selamat Kecelakaan Maut Bus ALS Pasutri Penjual Kasur Keliling Asal Pati

Udin Ali Nani • 10 May 2026 09:55

Pati: Pasangan suami istri koban selamat kecelakaan maut bus ALS, Ngadiono alias Beno dan Jumiatun merupakan warga Desa Tlogoayu, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati. Keduanya kini menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.

Pasutri tersebut mengalami luka bakar cukup parah. Keduanya menaikin bus ALS saat dalam perjalanan menuju Medan untuk berjualan kasur kapuk keliling. Warga dan perangkat desa yang sempat tidak percaya dengan kabar tersebut akhirnya memastikan identitas korban setelah melakukan pengecekan.

Di Pati, rumah keluarga korban tampak sepi. Anak sulung mereka telah menyusul ke Sumatra, sementara anak bungsu masih tinggal di rumah dalam pengawasan neneknya. Siti Nurhayati, tetangga korban, menyebut Beno sudah lama menjalani pekerjaan sebagai penjual kasur kapuk dengan sistem cicilan dari rumah ke rumah.

"Beno sudah lama jualan kasur keliling. Orangnya rajin dan sering pergi ke luar kota untuk berdagang," ujar Siti Nurhayati tetangga korban di Desa Tlogoayu, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Minggu, 10 Mei 2026.

Sebanyak dua korban selamat kecelakaan maut bus ALS tersebut dirujuk ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang pada Jumat, 8 Mei 2026. Korban selamat yang dirujuk bernama Ngadiono, 44, dan Jumiatun, 35.
 


Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, menjelaskan evakuasi dilakukan dengan dua jalur berbeda. Ngadiono dievakuasi dari RSUD Rupit, Muratara, menggunakan helikopter. Ia tiba di Kompleks Polisi Pakri Palembang sekitar pukul 12.00 WIB sebelum dibawa ke rumah sakit. Ngadiono mengalami luka bakar sekitar 50 persen.

"Evakuasi melalui jalur udara dilakukan agar korban segera mendapatkan penanganan medis lanjutan secara maksimal. Perawatan medis akan dilakukan di Palembang sampai sembuh," kata Budi Susanto di Palembang, Jumat, 8 Mei 2026.


Kecelakaan bus ALS. ANTARA FOTO/Rio Roma Dhoni/Lmo/kye

Sementara itu, Jumiatun, 35, dibawa ke Palembang menggunakan ambulans melalui jalur darat. Ia mengalami luka bakar 90 persen, sehingga proses pemindahan harus dilakukan dengan penanganan khusus.

Saat ini, warga dan pemerintah desa berencana menggalang donasi untuk membantu kebutuhan hidup keluarga yang ditinggalkan. Mereka juga menantikan pasangan suami istri itu pulih dan kembali ke Pati.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)