Konflik Timur Tengah Mendorong Penguatan Koordinasi Ekonomi di Antara Negara ASEAN

KTT ke-48 ASEAN dimulai dengan pertemuan para Menlu. Foto: Kemlu RI

Konflik Timur Tengah Mendorong Penguatan Koordinasi Ekonomi di Antara Negara ASEAN

Muhammad Reyhansyah • 7 May 2026 19:21

Cebu: Negara-negara ASEAN terus memperkuat koordinasi ekonomi kawasan untuk menjaga stabilitas regional di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan dampak konflik di Timur Tengah.

Menteri Perdagangan dan Industri Filipina Cristina Roque mengatakan para Menteri Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council) tengah membahas langkah-langkah lanjutan guna memastikan kawasan tetap terbuka dan stabil di tengah tekanan global saat ini.

Dalam pertemuan ke-27 ASEAN Economic Community (AEC) Council Meeting di Cebu, Filipina, Kamis, 7 Mei 2026, Roque menyebut pembahasan ASEAN terus berlanjut setelah digelarnya pertemuan khusus virtual Dewan AEC terkait perkembangan konflik di Timur Tengah.

“Apa yang kita lakukan di sini penting. Pertemuan ini bukan sekadar pertukaran pandangan, tetapi menjadi tempat untuk menyelaraskan posisi, mempertajam prioritas, dan memastikan setiap isu siap diputuskan,” ujar Roque, dikutip dari siaran pers ASEAN Filipina 2026, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia mengatakan ASEAN selama ini bekerja melalui langkah-langkah bertahap dan terukur untuk menghasilkan keputusan konkret bagi kawasan.

Roque juga menyoroti dampak perkembangan global terhadap ekonomi negara-negara ASEAN, terutama terkait kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok yang masih memengaruhi masyarakat serta aktivitas ekonomi regional.

“Kami berada di sini bukan hanya untuk merespons tekanan tersebut, tetapi juga memastikan kawasan tetap terbuka, stabil, dan terus bergerak maju,” katanya.

Langkah Kolektif Ketahanan ASEAN

Dalam KTT ASEAN yang berlangsung Jumat, 8 Mei 2026, para pemimpin negara ASEAN dijadwalkan mengeluarkan pernyataan bersama terkait respons kawasan terhadap krisis di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut akan memuat langkah kolektif negara anggota ASEAN dalam memperkuat ketahanan energi, menjaga stabilitas pasar, meningkatkan ketahanan finansial, dan memperkuat stabilitas makroekonomi kawasan.

Selain itu, ASEAN juga akan memperkuat perlindungan terhadap ketahanan pangan dan rantai pasok sektor pertanian, termasuk meningkatkan koordinasi bantuan kemanusiaan untuk menghadapi dampak krisis.

Di luar penanganan tantangan global saat ini, Roque menegaskan ASEAN tetap melanjutkan berbagai agenda prioritas ekonomi Filipina sebagai ketua ASEAN 2026, termasuk penyelesaian ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

ASEAN juga mulai menyusun langkah konkret untuk merealisasikan ASEAN Community Vision 2045.

“Semua agenda ini bukan jalur yang terpisah, melainkan bagian dari upaya bersama untuk memastikan ASEAN tetap tangguh, kompetitif, dan relevan di tengah perubahan global,” ujar Roque.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)