Ilustrasi: Pexels
Raih Keberkahan, Simak 3 Keutamaan Puasa Arafah Menurut Hadis Nabi
Riza Aslam Khaeron • 5 May 2026 20:40
Jakarta: Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, umat Muslim di Indonesia yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji disunahkan untuk menjalani puasa Arafah. Puasa sunah tersebut berlangsung pada 9 Zulhijah, atau bertepatan dengan Selasa, 26 Mei 2026.
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dijalankan tepat sehari sebelum Hari Raya Iduladha dan menurut jumhur ulama hukumnya adalah sunnah muakadah atau dianjurkan. Mengutip laman NU Online, berikut ini keutamanan dan niat puasa Arafah.
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dijalankan tepat sehari sebelum Hari Raya Iduladha dan menurut jumhur ulama hukumnya adalah sunnah muakadah atau dianjurkan. Mengutip laman NU Online, berikut ini keutamanan dan niat puasa Arafah.
Keutamaan puasa Arafah
Terdapat sejumlah keutamaan bagi umat Muslim yang melaksanakan ibadah puasa Arafah, di antaranya:1. Dihapuskannya Dosa Selama Dua Tahun
Keutamaan puasa Arafah yang pertama adalah dihapuskannya dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah saw. bersabda:
Artinya: “Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menjadi penebus (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim No. 197).
2. Pahala Ibadah Dilipatganda
Keutamaan lain dari puasa Arafah adalah dilipatgandakannya pahala ibadah. Pada sepuluh hari pertama Zulhijah, pahala akan dilipatgandakan dibandingkan bulan lainnya, sehingga sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah, sebagaimana sabda Rasulullah saw.:
Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatulqadar.” (HR. At-Tirmidzi).
3. Dibebaskan dari Api Neraka
Keutamaan lain dari hari Arafah adalah Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka dibandingkan hari lain, sebagaimana sabda Rasulullah saw.:
Artinya: “Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka lebih banyak daripada hari Arafah.” (HR. Muslim).
| Baca Juga: Teladani Rasulullah, Ini 5 Hewan Peliharaan Nabi Muhammad SAW |
Niat Puasa Arafah
.jpeg)
Ilustrasi: Freepik
Pelaksanaan puasa Arafah tidak jauh berbeda dengan puasa sunah lainnya, yaitu niat pada malam hari dan berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam. Selain itu, terdapat juga dua puasa sunnah lainnya yang dapat dilaksanakan menjelang Iduladha, yakni puasa Zulhijah dan puasa Tarwiyah. Keduanya memiliki keutamaan tersendiri dan sangat dianjurkan. Berikut bacaan niatnya:
1. Niat Puasa Zulhijah (1–7 Zulhijah)

Bacaan latin: “Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala”.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah Ta’ala”.
2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah)

Lafal niat: “Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala”.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala”.
3. Niat Puasa Arafah (9 Zulhijah)

Lafal niat: “Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala”.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala”.
Demikian informasi seputar keutamaan puasa Arafah beserta niat bacaannya. Dengan melaksanakan puasa ini, diharapkan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt..
(Surya Mahmuda)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com