Banjir di Demak Merendam Tiga Kecamatan

?Banjir di Demak akibat tanggul jebol. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.

Banjir di Demak Merendam Tiga Kecamatan

Rhobi Shani • 3 April 2026 19:55

Demak: Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, meluas ke sejumlah wilayah pada Jumat, 3 April 2026. Sedikitnya enam desa di tiga kecamatan terdampak bencana tersebut.

Laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak menyebutkan, tanggul jebol terjadi di dua titik, yakni Dukuh Solondoko dan Dukuh Solowere, Desa Trimulyo. Peristiwa dipicu tingginya curah hujan di wilayah hulu yang menyebabkan debit Sungai Tuntang meningkat dan meluap.

“Debit air yang tinggi membuat tanggul tidak mampu menahan tekanan, sehingga jebol di dua titik,” kata Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Sukiyono, Jumat siang.


?Banjir di Demak akibat tanggul jebol. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.

Dia mengungkap, di Kecamatan Guntur, banjir merendam Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, dan Sumberejo. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 100 sentimeter. Kemudian di Dukuh Solondoko, empat rumah warga dilaporkan rusak akibat derasnya arus.

Dampak banjir juga meluas ke Kecamatan Karangtengah dan Wonosalam. Di Desa Ploso, Karangtengah, banjir menggenangi sekitar 150 rumah milik 150 kepala keluarga atau sekitar 600 jiwa. Dua tempat ibadah turut terdampak.

“Kami telah melakukan evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman dan menyiapkan tempat pengungsian,” ujar Agus.

Sementara itu, di Desa Lempuyang, Kecamatan Wonosalam, banjir setinggi 20 hingga 30 sentimeter merendam permukiman warga. Hingga kini, pendataan jumlah rumah terdampak masih dilakukan petugas.

BPBD bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Sosial, PMI, dan relawan terus melakukan penanganan di lokasi. Upaya yang dilakukan antara lain evakuasi warga, distribusi bantuan, hingga penguatan tanggul darurat menggunakan karung pasir.

Agus menyebutkan, kondisi terkini menunjukkan debit air di sejumlah titik masih tinggi, terutama di sekitar lokasi tanggul jebol.

“Kami masih terus melakukan pemantauan dan asesmen di lapangan,” ungkap dia.

BPBD juga mencatat kebutuhan mendesak saat ini meliputi normalisasi Sungai Tuntang, perbaikan tanggul, serta bantuan logistik bagi warga terdampak. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)