Orangutan Sumatra di Kebun Binatang Bandung. Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan
DPRD Tuntut Evaluasi Kebun Binatang Bandung Buntut Kematian Dua Harimau
Roni Kurniawan • 2 April 2026 15:29
Bandung: Polemik pengelolaan Kebun Binatang Bandung kembali mencuat setelah dua anak harimau Benggala mati akibat infeksi virus. Peristiwa ini memicu keprihatinan DPRD Kota Bandung dan mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh.
Pimpinan DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya menegaskan kematian satwa dilindungi tersebut tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa.
"Ini sangat memprihatinkan dan harus menjadi pelajaran penting. Kematian satwa langka seperti harimau tidak bisa dianggap sepele. Meski disebut akibat virus, tetap harus ada evaluasi menyeluruh," kata Edwin di Bandung, Kamis, 2 April 2026.
Menurut Edwin, kasus ini menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap tata kelola dan perawatan satwa di Kebun Binatang Bandung. Apalagi, lanjut Edwin, sebelumnya lembaga konservasi tersebut sempat dilanda persoalan internal berkepanjangan.
Edwin juga menyoroti peran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang dinilai perlu meningkatkan pengawasan terhadap pengelola kebun binatang. "Pemkot Bandung harus memastikan seluruh hewan dirawat dengan baik. Namun faktanya, hal itu belum sepenuhnya terwujud," ujar Edwin.
DPRD mendorong adanya koordinasi lintas instansi, mulai dari Pemkot Bandung, Kementerian Kehutanan, hingga pihak pengelola. Hal ini guna mencegah kejadian serupa terulang.

Salah satu harimau Benggala saat berjemur di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo), Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 25 MAret 2026. ANTARA/Rubby Jovan
Selain itu, Edwin menekankan pentingnya penerapan standar perawatan satwa secara ketat. Hal ini mencakup pemberian pakan yang sesuai, kebersihan kandang, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.
"Jangan sampai kejadian ini terulang. Semua pihak harus memastikan satwa di Kebun Binatang Bandung mendapat perawatan yang layak. Ini momentum untuk berbenah," tegas Edwin
Sebelumnya, dua anak harimau Benggala bernama Huru dan Hara mati akibat terpapar virus panleukopenia. Keduanya mati pada akhir Maret 2026, saat Pemkot Bandung tengah menyeleksi pengelola baru kebun binatang tersebut.