Film Autopsy: Dead Body Can Talk Hadirkan Perspektif Baru Soal Dunia Forensik

Film Autopsy: Dead Body Can Talk. Istimewa.

Film Autopsy: Dead Body Can Talk Hadirkan Perspektif Baru Soal Dunia Forensik

Arga Sumantri • 1 April 2026 18:19

Jakarta: Film Autopsy: Dead Body Can Talk hadir sebagai sebuah warna baru dalam sinema Indonesia dengan mengangkat dunia forensik sebagai pusat narasi. Film ini diperkenalkan dalam momentum Hari Film Indonesia, Senin, 30 Maret 2026.

Film ini mengusung pendekatan berbeda dengan menempatkan proses autopsi sebagai elemen utama dalam mengungkap kebenaran. Sesuatu yang sepertinya belum pernah dieksplorasi secara mendalam di layar lebar Indonesia.

Mengusung genre thriller investigatif, film ini tidak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga membuka perspektif baru tentang peran kegiatan autopsi dalam mengungkap fakta. Film ini juga ingin menunjukkan kalau autoosi bukan sebagai sesuatu yang menyeramkan, melainkan bentuk pencarian keadilan.

"Autopsy adalah perjalanan menembus batas antara hidup dan mati, di mana tubuh menjadi saksi terakhir dari kebenaran yang tak bisa dikubur," kata Sutradara film ini, Ozan Ruz melalui keterangan tertulis, Rabu, 1 April 2026.

Film ini disebut juga ingin menyajikan kalau di ruang yang sunyi, di bawah cahaya dingin ruang autopsi, setiap luka menyimpan cerita. Setiap detail menjadi petunjuk dan setiap tubuh berpotensi mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi.

Film ini terinspirasi dari praktik nyata di dunia forensik melalui kacamata Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti. Pendekatan film ini dibangun melalui riset mendalam untuk menghadirkan proses autopsi secara profesional, etis, dan berbasis sains.

Film Autopsy: Dead Body Can Talk. Istimewa.

Dari identifikasi luka hingga penarikan kesimpulan medis, setiap elemen dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang autentik sekaligus menggugah. Film yang diproduksi Rumah Produksi Karya Kreatif Utama ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan karya sinema yang tidak hanya kuat secara cerita, tetapi memiliki relevansi sosial dan edukatif.

Bukan sekadar tentang prosedur medis, Ozan menyebut ini tentang bagaimana kebenaran yang terkubur, disembunyikan, atau diabaikan dan pada akhirnya akan menemukan jalannya untuk berbicara.

"Melalui visual yang intim dan atmosfer yang menekan, film ini mengajak penonton menyelami perjalanan Dr. Sumy Hastry dalam merangkai kebenaran hingga menyadari bahwa kebenaran selalu menemukan jalannya, dengan cara yang tak terduga," beber Ozan Ruz.

AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan menjadi Executive Producer dalam film ini. Sedangkan, produser dipercayakan kepada Fariz Stanzah dan Marsa Moesa. Ozan Ruz dipercaya menjadi sutradara film ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)