Hujan Lebat Masih Mendominasi, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem

Hujan/Ilustrasi MI/Ramdani

Hujan Lebat Masih Mendominasi, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem

Atalya Puspa • 7 April 2026 11:24

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Indonesia pada periode 7–13 April 2026 masih didominasi hujan dengan intensitas bervariasi, dari ringan hingga lebat, seiring dinamika atmosfer pada masa peralihan musim.

BMKG menyebut aktivitas gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG), serta fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), masih berperan. Terutama, dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah.

“Selain itu, masa peralihan dari Monsun Asia ke Monsun Australia turut membentuk pola sirkulasi udara dan daerah konvergensi yang memicu hujan,” tulis BMKG, dikutip Selasa, 7 April 2026.

BMKG juga mencatat hujan sangat lebat telah terjadi pada awal April. Antara lain di Bengkulu, (199,7 mm/hari), Jawa Barat (122,4 mm/hari), dan Aceh (112,5 mm/hari).
 


Untuk sepekan ke depan, kondisi atmosfer global seperti ENSO dan Dipole Mode berada dalam fase netral, sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan curah hujan. Namun, faktor regional dan lokal tetap dominan.

Monsun Australia yang mulai menguat diperkirakan membawa massa udara lebih kering, menandai awal peralihan menuju musim kemarau di sejumlah wilayah. Meski demikian, keberadaan sirkulasi siklonik di beberapa perairan Indonesia masih berpotensi memicu hujan.

Pada periode 7–9 April 2026, hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. BMKG menetapkan status siaga hujan lebat–sangat lebat di sejumlah wilayah seperti Sumatra Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, serta Papua Pegunungan dan Papua Selatan.


Hujan deras. Foto: Ilustrasi Medcom.id

Sementara itu, potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Bengkulu serta wilayah Papua dan Papua Barat.

Memasuki periode 10–13 April 2026, hujan masih berpotensi terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang, namun peningkatan hujan lebat tetap perlu diwaspadai di sejumlah wilayah seperti Aceh, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

“Pengendara diimbau berhati-hati terhadap hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang yang berpotensi mengganggu perjalanan,” tulis BMKG.

Selain itu, masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame saat hujan deras serta membatasi aktivitas luar ruang saat cuaca ekstrem.

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)