Stasiun St Pancras di London, Inggris. (pentonuk)
4 Stasiun Kereta Paling Ikonik di Dunia yang Masih Beroperasi hingga Kini
Willy Haryono • 20 September 2026 12:52
Jakarta: Stasiun kereta api umumnya menjadi tempat penumpang memulai atau mengakhiri perjalanan. Namun, sejumlah stasiun di berbagai negara memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang membuatnya menjadi bagian dari identitas kota, sekaligus tetap digunakan sebagai pusat transportasi hingga saat ini.
Beberapa di antaranya telah berdiri selama lebih dari satu abad dan mengalami berbagai perubahan seiring perkembangan sistem perkeretaapian. Ada pula stasiun yang dibangun dengan desain modern dan kemudian menjadi salah satu simbol kota tempatnya berada.
Meski memiliki sejarah dan bentuk arsitektur yang berbeda, stasiun-stasiun tersebut tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai bagian dari jaringan transportasi.
Berikut empat stasiun kereta ikonik di dunia yang masih beroperasi hingga kini.
1. St Pancras, London
St Pancras merupakan stasiun kereta yang dibangun oleh Midland Railway dan mulai digunakan pada 1868 di London, Inggris.Stasiun ini dirancang dalam dua bagian utama, yakni train shed oleh insinyur William Henry Barlow dan bagian depan stasiun beserta hotel oleh arsitek George Gilbert Scott.
Mengutip situs resmi St Pancras, bangunan depannya menggunakan gaya Victorian Gothic dengan bata merah. Sementara itu, train shed memiliki struktur lengkung berbahan besi dan kaca.
Salah satu bagian yang membuat St Pancras menonjol adalah train shed yang dirancang Barlow. Ketika selesai dibangun, struktur tersebut memiliki bentang sekitar 240 kaki dan menjadi struktur besi terbesar di dunia pada masanya, menurut Network Rail.
Bagian depan stasiun yang bergaya Victorian Gothic juga menjadi salah satu ciri visual utama St Pancras.
St Pancras kemudian mengalami renovasi besar untuk menjadi terminal kereta internasional. Train shed Barlow dipulihkan, sementara bangunan tambahan dibuat untuk mengakomodasi kereta Eurostar.
St Pancras International dibuka kembali pada 2007 dan kini melayani kereta regional, antarkota, kontinental, serta kereta berkecepatan tinggi.
2. Grand Central Terminal, New York
Grand Central Terminal merupakan salah satu bangunan bersejarah di New York yang dikenal melalui arsitektur Beaux-Arts dan ruang utama Main Concourse yang monumental.Terminal ini dibangun pada 1903 dan resmi dibuka pada 2 Februari 1913.
Menurut New York City Department of City Planning, Main Concourse memiliki ketinggian sekitar 38 meter dan menjadi salah satu elemen arsitektur yang membuat Grand Central dikenal luas.
Salah satu bagian yang paling dikenal dari terminal ini adalah langit-langit Main Concourse yang menampilkan gambar rasi bintang. Situs resmi Grand Central mencatat terdapat 12 rasi zodiak dan sekitar 2.500 bintang pada langit-langit tersebut.
Selain menjadi objek yang menarik perhatian pengunjung, terminal ini juga tetap menjalankan fungsi transportasi hingga kini.
Grand Central melayani kereta Metro-North menuju wilayah utara New York dan Connecticut. Sejak 2023, terminal ini juga terhubung dengan layanan Long Island Rail Road melalui Grand Central Madison.
3. Chhatrapati Shivaji Terminus, Mumbai
Chhatrapati Shivaji Terminus (CSMT) merupakan stasiun kereta di Mumbai yang sebelumnya dikenal sebagai Victoria Terminus.Menurut UNESCO, bangunan ini dirancang oleh arsitek Inggris F.W. Stevens dan dibangun selama sekitar 10 tahun sejak 1878.
Arsitekturnya memadukan gaya Victorian Gothic Revival dengan unsur arsitektur tradisional India. Perpaduan tersebut terlihat pada kubah batu, menara, lengkungan runcing, serta berbagai ornamen pada bangunan.
Keunikan tersebut membuat CSMT ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2004.
UNESCO menyebut bangunan ini sebagai contoh arsitektur perkeretaapian akhir abad ke-19 yang memperlihatkan perpaduan pengaruh arsitektur Eropa dan tradisi India.
Di sisi lain, bangunan bersejarah tersebut tetap digunakan sebagai bagian dari sistem perkeretaapian Mumbai. UNESCO mencatat lebih dari tiga juta komuter menggunakan stasiun tersebut setiap hari.
4. Kanazawa Station
Kanazawa Station merupakan salah satu pusat transportasi utama di Kota Kanazawa, Prefektur Ishikawa. Stasiun ini mengalami renovasi besar pada 2005 dan dikenal melalui dua elemen arsitektur di pintu keluar timurnya, yakni Tsuzumimon dan Motenashi Dome.Menurut situs pariwisata resmi Prefektur Ishikawa, Tsuzumimon merupakan gerbang kayu yang bentuknya terinspirasi dari tsuzumi, alat musik tradisional Jepang yang digunakan dalam pertunjukan.
Gerbang tersebut terhubung dengan Motenashi Dome, struktur kaca berukuran besar yang menaungi area di depan stasiun. Desainnya juga memiliki fungsi bagi penumpang yang menggunakan stasiun.
Situs pariwisata resmi Jepang untuk wilayah Chubu menjelaskan bahwa Motenashi Dome berfungsi seperti payung besar yang melindungi pengunjung dari hujan, yang cukup sering terjadi di Kanazawa.
Di sisi lain, Kanazawa Station tetap berfungsi sebagai simpul transportasi.
Stasiun ini melayani Hokuriku Shinkansen serta terhubung dengan layanan kereta lain, termasuk IR Ishikawa Railway dan JR Nanao Line. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Dari Shinkansen hingga Kereta Alpen, Menjelajahi Kereta di 3 Negara