AS Serang Dua Kapal Tanker Iran di Tengah Eskalasi Konflik

Militer AS menyerang dua tanker terkait pemerintah Iran di tengah eskalasi konflik. (Anadolu Agency)

AS Serang Dua Kapal Tanker Iran di Tengah Eskalasi Konflik

Muhammad Reyhansyah • 2 September 2026 10:10

Washington: Militer Amerika Serikat (AS) menyerang dua tanker milik pemerintah Iran di lepas pantai Iran pada Selasa, 1 September 2026 sebagai bagian dari gelombang serangan terhadap sejumlah target di negara tersebut. 

Menurut pejabat AS yang dikutip Axios, serangan itu merupakan penerapan kebijakan baru "tanker for tanker" yang disetujui Presiden Donald Trump untuk mencegah serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz.

Serangan terhadap dua tanker tersebut menjadi pertama kalinya AS menargetkan kapal tanker Iran sebagai pembalasan atas serangan terhadap kapal di Selat Hormuz, bukan untuk mencegah pelanggaran terhadap blokade laut AS.

“Kedua tanker sedang berlabuh di lepas pantai Iran, di sebelah utara garis blokade laut AS. Drone AS menembakkan rudal yang menghantam ruang mesin kedua kapal,” kata pejabat tersebut, dikutip dari Anadolu, Rabu, 2 September 2026.

Selain tanker, sekitar 100 target di Iran dilaporkan menjadi sasaran serangan AS. Target tersebut mencakup fasilitas pertahanan udara dan radar IRGC, kemampuan peletakan ranjau, fasilitas komunikasi, peluncur rudal jelajah antikapal, serta peluncur drone serang.

Serangan tersebut dilakukan setelah IRGC dituduh berupaya menyerang kapal komersial di Selat Hormuz serta menyerang pangkalan AS di kawasan.

Iran merespons dengan meluncurkan sekitar 25 rudal balistik ke arah wilayah Yordania. Pejabat AS mengatakan hanya sekitar separuh rudal tersebut mencapai wilayah udara Yordania, dengan 10 di antaranya berhasil dicegat dan tiga lainnya jatuh tanpa menimbulkan korban.

Iran juga meluncurkan sekitar dua lusin drone ke pangkalan AS di Bahrain. Sebagian besar drone dilaporkan berhasil dicegat. Rudal balistik dan drone juga ditembakkan ke pangkalan AS di Kuwait, sementara dua drone yang menargetkan pangkalan AS di Erbil, Irak, berhasil dicegat.

Ketegangan di Selat Hormuz

Gedung Putih dan Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan dilakukan sebagai respons terhadap serangkaian serangan IRGC terhadap kapal komersial di Selat Hormuz dan pangkalan AS di kawasan.

Di tengah eskalasi tersebut, pasukan AS tetap memandu kapal-kapal melintasi Selat Hormuz. Seorang pejabat AS mengatakan sekitar 40 kapal yang membawa jutaan barel minyak melewati jalur strategis tersebut pada Selasa.

Menurut Axios, pemerintahan Trump juga mempertimbangkan rencana yang lebih luas untuk mencegah Iran membangun kembali kemampuan radar dan rudal yang dapat digunakan untuk mengancam pelayaran di Selat Hormuz.

Seorang pejabat AS mengatakan serangan tersebut telah mengurangi kemampuan Iran dan "membeli setidaknya satu bulan" dengan tingkat ancaman yang lebih rendah terhadap kapal-kapal komersial.

Sementara itu, media Iran melaporkan serangan AS menghantam sebuah pesta pernikahan di Kuhestak dan menewaskan sedikitnya empat orang serta melukai puluhan lainnya. Juru Bicara CENTCOM Kapten Tim Hawkins mengatakan militer AS mengetahui laporan tersebut, tetapi membantah bahwa warga sipil menjadi sasaran.

"Militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil, tidak seperti IRGC," kata Hawkins.

Baca juga: IRGC Balas Serangan AS, Klaim Hantam Pangkalan Militer di Yordania

(Willy Haryono)