Rekonstruksi Mental Harus Jadi Prioritas Pemulihan NTT

Sekjen PKS Muhammad Kholid meninjau kondisi korban gempa Flores di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Foto: Istimewa.

Rekonstruksi Mental Harus Jadi Prioritas Pemulihan NTT

Anggi Tondi Martaon • 5 September 2026 18:24

Manggarai Timur: Rekonstruksi mental harus menjadi prioritas dalam pemulihan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebab, masih banyak masyarakat yang mengalami trauma pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026.

“Rekonstruksi fisik memang penting. Tetapi setelah itu, rekonstruksi mental juga harus menjadi prioritas. Trauma healing harus diperkuat,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid melalui keterangan tertulis, Sabtu, 5 September 2026.

Hal itu disampaikan Kholid saat mengunjungi warga terdampak bencana di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Jumat, 4 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, Kholid melihat langsung kondisi masyarakat yang masih menghadapi ketakutan akibat gempa yang terus terjadi. 

Menurut Kholid, sebagian warga belum berani kembali tidur di dalam rumah. Mereka memilih bertahan di tenda pada malam hari.

Kholid menilai pendampingan psikologis perlu dilakukan secara berkelanjutan. Sehingga, masyarakat perlahan dapat kembali merasa aman dan menjalani kehidupan secara normal.

“Jangan sampai kita hanya membangun kembali rumah dan fasilitas umum, tetapi lupa membangun kembali rasa aman masyarakat. Karena itu, trauma healing harus menjadi bagian penting dari rekonstruksi NTT,” ungkap Kholid

Sekjen PKS Muhammad Kholid berbincang dengan korban gempa Flores di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Foto: Istimewa.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap anak-anak yang harus belajar dalam kondisi darurat. 

“Anak-anak membutuhkan ruang untuk kembali merasa aman, bermain, belajar, dan tumbuh tanpa terus dibayangi ketakutan akibat gempa,” ujar Kholid.

Selain berdialog dan melihat kondisi warga, Kholid juga menyerahkan bantuan untuk meringankan kebutuhan masyarakat terdampak. Bantuan tersebut berupa sembako, susu anak, serta buku cerita bagi anak-anak.

(Anggi Tondi)