Ilustrasi. Foto: dok PLN.
Token Listrik Rp50.000 Habis Berapa Lama? Simak Rumus Menghitung kWh
Muhamad Marup • 3 September 2026 19:58
Jakarta: Token listrik menjadi salah satu kebutuhan pokok rumah tangga. Pilihan nominal yang umumnya dibeli yaitu token listrik Rp50.000 rupiah.
Nominal tersebut dapat menjadi pilihan bagi pelanggan yang ingin mengatur serta menghemat pengeluaran untuk kebutuhan listrik.
Perlu diingat, nominal pembelian token listrik tidak sepenuhnya dikonversikan menjadi energi listrik. Terdapat sejumlah komponen yang perlu diperhitungkan seperti Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan biaya administrasi.
Tidak hanya itu, jumlah kWh yang diperoleh bergantung pada golongan tarif listrik pelanggan. Semakin tinggi tarif listrik per kWh, semakin kecil jumlah kWh yang diperoleh dari nominal pembelian yang sama.
Berikut merupakan perhitungan tarif Rp50.000 dapat berapa kWh
Rumus Menghitung kWh
Untuk mengetahui perkiraan jumlah kWh dari pembelian token listrik, pelanggan dapat menggunakan rumus:Jumlah kWh = Nominal token ÷ Tarif listrik per kWh
Rumus tersebut dapat diaplikasikan sesuai dengan nominal token yang dipilih oleh para pelanggan
50.000 Berapa kWh?
Jika menggunakan tarif Rp1.444,70 per kWh, perhitungan sederhana token listrik Rp50.000 adalah:Rp50.000 ÷ Rp1.444,70 = sekitar 34,61 kWh.
Sementara jika menggunakan tarif Rp1.699,53 per kWh, maka:
Rp50.000 ÷ Rp1.699,53 = sekitar 29,42 kWh.
Namun, hasil tersebut merupakan perhitungan sebelum memperhitungkan PPJ dan biaya administrasi. Karena itu, jumlah kWh yang benar-benar masuk ke meteran pelanggan dapat lebih rendah.
Besaran PPJ juga dapat berbeda-beda tergantung wilayah pelanggan. Selain itu, biaya administrasi dapat berbeda berdasarkan tempat atau kanal pembelian token listrik.
Ilustrasi listrik. Foto: Shutterstock
Berapa Lama token 50.000 Bertahan
Token sebesar 29,32 kWh memiliki daya tahan yang berbeda tergantung dengan besaran daya listrik yang dimiliki oleh setiap rumah.Rumah yang memiliki daya listrik 1.300 VA, token sebesar 29,32 kWh dapat bertahan dalam beberapa hari hingga lebih dari satu minggu, tergantung dari banyaknya penggunaan peralatan elektronik di rumah.
Sebagai gambaran, jika rata-rata konsumsi listrik rumah mencapai 2 kWh per hari, maka 29,32 kWh dapat digunakan selama sekitar 14 hari. Sementara jika pemakaian mencapai 3 kWh per hari, listrik tersebut dapat bertahan sekitar 9–10 hari.
Dengan penggunaan lebih hemat, misalnya 1 kWh per hari, 29,32 kWh dapat mencukupi kebutuhan listrik selama sekitar 29 hari.
Daftar Tarif Dasar Listrik PLN Nonsubsidi
Agar dapat memperkirakan jumlah kWh yang diperoleh, pelanggan perlu mengetahui tarif dasar listrik sesuai golongan pelanggan.Berikut merupakan daftar tarif dasar listrik PLN Nonsubsidi:
- R-1/TR 900 VA dikenakan tarif Rp1.352 per kWh.
- R-1/TR 1.300 VA dan R-1/TR 2.200 VA dikenakan tarif Rp1.444,70 per kWh
- R-2/TR dengan daya 3.500 VA hingga 5.500 VA, tarif listriknya sebesar Rp1.699,53 per kWh.
- Tarif yang sama juga berlaku untuk pelanggan R-3/TR dengan daya 6.600 VA ke atas.
- B-2/TR dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA dikenakan tarif Rp1.444,70 per kWh.
- P-1/TR dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA serta P-3/TR
- Penerangan jalan umum di atas 200 kVA dikenakan tarif Rp1.699,53 per kWh.
Baca Juga :
Token dengan tarif Rp50.000 menjadi pilihan yang tepat bagi para pelanggan yang ingin menghemat pengeluaran listrik. Penggunaannya dapat bertahan selama 29 hari sesuai kondisi masing-masing.
(Yaumil Tianri Rahmi)