Kupang Dorong City Branding Berbasis Experience dan Diplomasi Ekonomi dari Batam

peluncuran Sei Kupang House Batam. Istimewa

Kupang Dorong City Branding Berbasis Experience dan Diplomasi Ekonomi dari Batam

11 April 2026 14:41

Batam: Kota Kupang mendapat dukungan dari sejumlah tokoh nasional dan pemangku kepentingan dalam mendorong model baru city branding berbasis pengalaman (experience) dan diplomasi ekonomi daerah.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (TIDAR) sekaligus Anggota DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Lakalena, serta Wakil Menteri UMKM RI Helvi Yuni Moraza.

Rahayu Saraswati mengapresiasi inisiatif promosi UMKM Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui pembukaan gerai “Sei NTT” di Batam. Menurutnya, langkah tersebut dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat NTT sekaligus memperluas pasar produk daerah.

“Saya mengucapkan selamat atas inisiatif yang sudah membuka gerai untuk mempromosikan produk UMKM dari NTT di Batam. Semoga sukses dan dapat menambah nilai ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Melki Lakalena menilai langkah Kota Kupang sebagai pendekatan baru dalam pengembangan ekonomi daerah. Ia menegaskan daerah tidak lagi menunggu pasar, tetapi aktif masuk ke pasar sebagai bagian dari strategi ekonomi kreatif.

Pandangan serupa disampaikan Helvi Yuni Moraza. Ia menyebut inisiatif tersebut sebagai terobosan strategis yang menunjukkan daerah mampu menjadi pemain aktif dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional dan layak direplikasi di berbagai wilayah.

Inisiatif tersebut diwujudkan melalui peluncuran “Sei Kupang House Batam”, sebuah platform city branding yang mengintegrasikan kuliner, budaya, dan UMKM dalam satu ekosistem berbasis pengalaman.

Program ini dipimpin Wali Kota Kupang Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, yang berperan dalam kurasi produk UMKM serta penguatan identitas budaya daerah ke pasar yang lebih luas.

Peluncuran tersebut juga menarik perhatian jejaring internasional, antara lain Konsul Jenderal Singapura di Indonesia, Director Indonesia Investment Promotion Centre Singapore, serta perwakilan diaspora NTT di Batam dan pelaku industri.

Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan bahwa langkah Kupang tidak hanya berhenti pada city branding, tetapi telah berkembang ke tahap diplomasi ekonomi berbasis daerah.

Christian Widodo menegaskan, pihaknya tidak lagi sekadar menjual cerita tentang Kupang, tetapi menghadirkan pengalaman nyata yang dapat diakses langsung oleh pasar.

Adapun Serena Francis menambahkan, city branding saat ini tidak hanya tentang dikenal, tetapi juga tentang diingat dan dirasakan.

“Pengalaman menjadi strategi paling kuat dalam membangun identitas kota sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com