Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Chairul Tanjung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Chairul Tanjung sebagai anggota Dewan Pertimbangan
Profil Chairul Tanjung, dari Pengusaha hingga Anggota Wantimpres RI
Whisnu Mardiansyah • 2 October 2026 16:13
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Chairul Tanjung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. CT dilantik bersama dengan 25 anggota Wantimpres lainnya.
"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada UUD RI 1945 serta akan menjalankan segala peraturan UU dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara bahwa saya dalam menjalankan tugas dan jabatan akan menjujung tingi etika jabatan bekerja denga sebaik-baiknya dengan enuh rasa tanggung jawab," ucap CT dalam sumpahnya, Jumat, 2 Oktober 2026.
Perjalanan Chairul Tanjung menuju pemerintahan berawal jauh sebelum dirinya dipercaya mengisi sebagai Anggota Wantimpres. Ia terlebih dahulu membangun karier sebagai pengusaha nasional.
Pengalaman panjang di sektor swasta kemudian mempertemukan Chairul dengan dunia pemerintahan. Pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, ia dipercaya memimpin Komite Ekonomi Nasional (KEN). Empat tahun kemudian, Chairul masuk ke kabinet dan menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Profil dan Karier
Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada 18 Juni 1962. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Ketertarikannya terhadap dunia usaha mulai tumbuh ketika masih menjadi mahasiswa.
Dari aktivitas bisnis yang dirintis sejak muda, Chairul kemudian mengembangkan kiprahnya ke berbagai sektor. Tercatat Chairul Tanjung pernah menempati sejumlah posisi. Antara lain pendiri PT Pariarti Shindutama, CEO Bandung Supermall, CEO Trans Corp, CEO Para Group, serta Komisaris Utama PT Carrefour Indonesia.
Perkembangan bisnis tersebut kemudian membawa Chairul membangun kelompok usaha yang dikenal sebagai Para Group. Dalam perjalanan berikutnya, kelompok usaha tersebut berganti nama menjadi CT Corp.
Ekspansi bisnis dilakukan ke sejumlah sektor, mulai dari jasa keuangan, media, ritel, gaya hidup, hiburan, hingga sumber daya alam. Bank Mega dan sejumlah perusahaan di bawah Trans Corp menjadi bagian dari perkembangan bisnis Chairul.
Di industri media, CT Corp membangun Trans TV dan mengakuisisi Trans7. Perluasan bisnis tersebut turut memperkuat posisi Chairul dalam industri media dan hiburan nasional.
Dari dunia usaha, nama Chairul kemudian tidak hanya dikenal sebagai pemimpin kelompok bisnis, tetapi juga sebagai salah satu pengusaha nasional dengan aktivitas usaha di berbagai sektor.
Masuk ke Pemerintahan melalui KEN
Kiprah Chairul di pemerintahan dimulai pada masa kepemimpinan Presiden SBY. Pada 2010, SBY menunjuk Chairul sebagai Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN). Lembaga tersebut dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2010 untuk memberikan masukan kepada pemerintah terkait persoalan dan kebijakan ekonomi nasional.
Penunjukan itu menempatkan Chairul pada posisi strategis di antara dunia usaha dan pemerintah. Ia memimpin forum yang melibatkan praktisi, ekonom, serta sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang. KEN kemudian memberikan sejumlah masukan mengenai persoalan ekonomi nasional, termasuk dalam pembahasan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Chairul sebelum akhirnya masuk ke kabinet. Setelah beberapa tahun memberikan pandangan mengenai kebijakan ekonomi dari luar struktur kementerian, ia kemudian dipercaya mengisi posisi langsung di pemerintahan.

Presiden Prabowo Subianto melantik anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. Tangkapan Layar Youtube/ Sekretariat Presiden.
Babak baru karier Chairul dimulai pada Mei 2014. Ia ditunjuk SBY untuk menggantikan Hatta Rajasa sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Chairul resmi menjalankan tugas sebagai Menko Perekonomian sejak 19 Mei 2014. Masa jabatannya berlangsung singkat hingga pemerintahan SBY berakhir pada Oktober 2014.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat Chairul sebagai Menko Perekonomian pada periode Mei hingga Oktober 2014.
Meskipun masa tugasnya berlangsung kurang dari satu tahun, jabatan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan Chairul. Ia yang sebelumnya dikenal sebagai pengusaha dan Ketua KEN kemudian dipercaya menangani koordinasi kebijakan perekonomian secara langsung dari dalam pemerintahan.
Kiprahnya di dunia usaha juga berlanjut melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Chairul tercatat menjabat Ketua Dewan Usaha Kadin untuk periode 2024-2029. Posisi tersebut membuat Chairul tetap menjalankan peran dalam lingkungan dunia usaha nasional sekaligus mengikuti perkembangan kebijakan ekonomi.