Rembuk Pemuda ke-3 Jadi Ruang Kolaborasi Generasi Muda Bangun Bangsa

Kegiatan Rembuk Pemuda di Jakarta Selatan yang di hadiri oleh beberapa anggota dari seluruh Indonesia. Foto: Metrotvnews.com/Azri Arifin.

Rembuk Pemuda ke-3 Jadi Ruang Kolaborasi Generasi Muda Bangun Bangsa

Anggi Tondi Martaon • 31 October 2026 11:41

Jakarta: Rembuk Pemuda ke-3 menjadi ajang berkumpulnya para pengurus pusat dan daerah dari berbagai wilayah Indonesia untuk bertukar gagasan serta membahas kontribusi generasi muda bagi pembangunan bangsa. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Pelaksana Rembuk Pemuda ke-3, Sultan Rivandi, menyoroti tantangan ekonomi dan ketenagakerjaan yang masih dihadapi anak muda.

Sultan menyampaikan, kondisi generasi muda tidak dapat dilepaskan dari situasi kelas menengah yang turut menghadapi tekanan ekonomi. Ia menyebut hampir 10 juta orang mengalami penurunan kelas menengah dalam rentang 2019 hingga 2024. Meski sebagian besar tidak jatuh miskin, kondisi tersebut menunjukkan adanya kerentanan ekonomi di masyarakat.

“Nasib kelas menengah dan nasib anak muda adalah cerita yang sama. Keduanya tumbuh bersama dan keduanya pula sedang gelisah bersama,” ujar Sultan dalam kegiatan Rembuk Pemuda ke 3 di Jakarta Selatan, Sabtu, 31 Oktober 2026.
 


Ia berpendapat bahwa berbagai tantangan tersebut perlu dijawab dengan memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi muda untuk mengambil peran dalam pembangunan. Sultan meyakini anak muda mampu memberikan kontribusi apabila dilibatkan dalam pekerjaan besar, baik di tingkat desa maupun perkotaan, serta dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan kebijakan.

“Kami meyakini ketika anak muda dilibatkan dalam pekerjaan besar membangun negeri ini dari desa sampai ke kota, dari perencanaan sampai pelaksanaan, kami tidak akan menyia-nyiakannya,” kata Sultan.


Ketua Pelaksana Rembuk Pemuda ke-3 Sultan Rivandi. Foto: Metrotvnews.com/Azri Arifin

Sultan juga mengajak generasi muda untuk tidak berhenti pada kegelisahan terhadap berbagai persoalan, tetapi mengubahnya menjadi aksi dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan semangat Sumpah Pemuda harus terus diwariskan dan diwujudkan melalui kerja bersama.

“Jangan pernah kita warisi abunya Sumpah Pemuda, tapi kita harus mewarisi apinya Sumpah Pemuda. Mari berembuk, mari beraksi, mari berdampak,” ujar Sultan.

(Anggi Tondi)