Pemkot Siapkan Rp800 Miliar untuk Atasi Banjir di Bandung Timur

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin, 26 Oktober 2026. (ANTARA/Rubby Jovan)

Pemkot Siapkan Rp800 Miliar untuk Atasi Banjir di Bandung Timur

Roni Kurniawan • 28 October 2026 14:22

Bandung: Pemerintah Kota Bandung memperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp800 miliar untuk menangani banjir secara permanen di sejumlah kawasan Bandung Timur. Dana tersebut direncanakan untuk membangun kolam retensi dan sistem kanal banjir yang dilengkapi pompa.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, rencana penanganan tersebut mencakup kawasan Ciwastra hingga Cinambo. Pemkot Bandung kini berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membahas rencana teknis sekaligus mengupayakan dukungan pendanaan.

"Kita sudah punya engineering plannya dan sedang kita komunikasikan dengan Bappenas dan Kementerian PU agar kami bisa mendapatkan bantuan anggaran untuk pelaksanaannya," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu, 28 Oktober 2026.

Farhan menyebut kebutuhan dana untuk proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp800 miliar dengan masa pelaksanaan selama tiga tahun ke depan.

Menurutnya, upaya mengatasi banjir perlu dilakukan secara menyeluruh. Perubahan tata guna lahan telah mengurangi area yang sebelumnya berfungsi sebagai tempat penampungan air, sehingga penanganan banjir memerlukan infrastruktur pendukung.

Farhan mencontohkan perubahan kawasan di sepanjang Jalan Lingkar Selatan, Jalan Soekarno-Hatta, serta jalur tol yang kini berkembang menjadi jalan dan kawasan terbangun.
 


"Sekarang sudah tidak ada lagi fungsi seperti dahulu karena sudah menjadi jalan dan bangunan. Maka kita harus membuat kolam retensi dengan sistem kanal banjir menggunakan pompa," ujar Farhan.

Ia menjelaskan, kolam retensi direncanakan menjadi salah satu infrastruktur utama untuk menampung air ketika debit meningkat. Air selanjutnya akan dialirkan melalui sistem drainase dan kanal yang disiapkan.

Rencana penanganan tersebut membentang dari Ciwastra menuju Cinambo dengan mempertimbangkan aliran Sungai Derwati beserta saluran-saluran terkait. Namun, Farhan belum merinci jumlah kolam retensi yang akan dibangun.


Kondisi jalan saat terguyur hujan di salah satu jalur wisata di Kabupaten Bandung saat libur Lebaran 2026. ANTARA/Ilham Nugraha

Selain kawasan Bandung Timur, Farhan juga menyoroti persoalan banjir di jalur Ciwastra ke arah barat hingga Cimindi. Penanganan di wilayah tersebut, menurutnya, memerlukan koordinasi antara Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi.

"Kalau belum ada koordinasi, penyelesaiannya hanya penyelesaian sementara," sahut Farhan.

Farhan turut mengingatkan potensi persoalan banjir di kawasan Sukajadi–Setiabudi. Aliran air deras dari wilayah yang lebih tinggi dapat melampaui kapasitas drainase dan menyebabkan sampah terbawa keluar dari saluran.

Pemkot Bandung, lanjut Farhan, telah melakukan pembersihan drainase di sejumlah lokasi. Upaya tersebut juga mencakup penertiban bangunan liar yang berdiri di atas saluran air.

"Kami berharap kombinasi pembenahan drainase, penertiban bangunan, pembangunan kolam retensi, serta koordinasi lintas wilayah dapat memperkuat upaya pengendalian banjir," tandas Farhan.

(Whisnu M)