BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Indonesia

Ilustrasi gelombang tinggi. Foto: dok. Antara.

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Indonesia

Atalya Puspa • 3 November 2026 10:40

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 3–6 November 2026. Kondisi tersebut dipicu pola pergerakan angin di wilayah Indonesia bagian utara yang mencapai kecepatan 13 knot dan bagian selatan hingga 29 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat," ungkap BMKG dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 November 2026.

Kondisi tersebut berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang laut mencapai 2,5–4 meter di Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

Sementara itu, gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan lainnya. Di antaranya Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, serta perairan selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Potensi gelombang dengan ketinggian serupa diperkirakan terjadi di Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua.

BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Nelayan yang menggunakan perahu kecil diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.


Ilustrasi nelayan. Foto: dok. Antara. 

Risiko juga perlu diperhatikan kapal tongkang ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter. Kapal feri perlu mewaspadai kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.

BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir, khususnya sekitar perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi, agar meningkatkan kewaspadaan selama periode peringatan dini berlangsung.

(Gabriella Thesa Widiari)