Lautan busana adat Nusantara mewarnai Halaman Balai Kota Malang dalam Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu pagi, 28 Oktober 2026/Pemkot Malang.
Baju Adat Warnai Upacara Sumpah Pemuda di Balai Kota Malang
Daviq Umar Al Faruq • 28 October 2026 17:32
Malang: Lautan busana adat Nusantara mewarnai Halaman Balai Kota Malang dalam Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu pagi, 28 Oktober 2026. Penampilan pakaian tradisional tersebut menjadi simbol kuat indahnya keberagaman dalam bingkai persatuan bangsa.
Momen haru dan khidmat terasa puncak saat belasan pemuda-pemudi berbusana adat saling bergandeng tangan membentuk setengah lingkaran. Di hadapan jajaran pejabat daerah, mereka mengumandangkan ikrar Sumpah Pemuda sebagai refleksi ketangguhan generasi penerus dari berbagai daerah.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turut menyemarakkan suasana dengan mengenakan pakaian adat khas Sumatra saat bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, Wahyu menekankan pentingnya memaknai momen ini untuk memupuk kembali jiwa patriotisme dan nasionalisme anak muda.
"Sambutan dari Pak Menpora; menunjukkan pesan bahwa pemuda-pemuda saat ini kita ingin harus terus berkreasi, berinovasi, dan berjiwa patriotik. Tentu dengan berjiwa patriotik ini, nasionalismenya akan tetap terbangun. Bahwa pemuda-pemuda saat ini yang akan menggantikan kita-kita ini di masa depan dan yang akan menentukan nasib negara kita ini," ucap Wali Kota Wahyu usai upacara.
"Pemuda di Kota Malang saya mengapresiasi, karena banyak penghargaan-penghargaan yang telah dilakukan oleh pemuda-pemuda Kota Malang, membawa nama Harum Kota Malang," ucap Wali Kota Wahyu
Semangat kebhinekaan yang tercermin dari warna-warni baju adat tersebut juga ditransformatikan Pemkot Malang ke dalam tindakan nyata bagi dunia pendidikan. Pada kesempatan yang sama, disalurkan bantuan subsidi beasiswa BRI Peduli TJSL senilai Rp150 juta bagi 300 siswa SD dan SMP.

Lautan busana adat Nusantara mewarnai Halaman Balai Kota Malang dalam Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu pagi, 28 Oktober 2026/Pemkot Malang.
Tidak hanya pendidikan, perhatian besar turut dialokasikan untuk memfasilitasi serta melepas atlet disabilitas yang akan berlaga di arena olahraga. Wahyu melepas lima atlet NPCI Kota Malang ke Kejurda Piala Gubernur Jatim, yang diperkuat Fajar (catur netra) serta Alico, Pandega, Febri, dan Rara (boccia).
"Kita mendampingi, kita mendukung, sarana prasarana kita juga berikan. Termasuk kita support pada saat mereka nanti ada di sana. Kami berharap memang, semangat dari anak-anak tersebut untuk bisa mengikuti kejuaraan gubernur. Mereka berlatih sangat semangat, tidak kenal waktu, tidak kenal lelahkemarin kami lihat juga meeka berlatih sangat semangat," jelas Wahyu.
Apresiasi juga diserahkan langsung kepada Fahri dan Arzy, atlet para atletik yang memborong medali di Kejuaraan Paralimpik Jatim. Selain itu, penganugerahan medali dilakukan kepada Oddi atas raihan medali Perunggu Ganda Putra pada ASEAN Para Games 2026 di Thailand.
Rangkaian acara yang sarat dengan simbol budaya dan prestasi muda ini ditutup dengan optimisme tinggi terhadap masa depan Kota Malang. Wahyu meyakini potensi pemuda yang berkarakter akan menjadi penggerak utama kemajuan daerah.
"Yang jelas, saya menaruh harapan besar kepada pemuda-pemuda Kota Malang yang nantinya akan membawa Kota Malang ini juga akan menjadi lebih baik lagi," pungkas Wali Kota Wahyu.