Perjuangan Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup Jadi Sorotan Internasional

Timnas Indonesia merayakan kemenangan atas Bangladesh sekaligus lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Foto: X/@timnasindonesia

Perjuangan Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup Jadi Sorotan Internasional

Muhamad Marup • 3 October 2026 23:48

Jakarta: Perjuangan Timnas Indonesia menembus final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan mengalahkan Bangladesh 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, menjadi sorotan media-media internasional. Salah satunya media olahraga Italia, Corriere dello Sport.

Dilansir dari PSSI, Corriere dello Sport turut menyoroti perjalanan Indonesia menuju final di tengah momentum empat tahun tragedi Kanjuruhan. Erick menempatkan tragedi Kanjuruhan sebagai salah satu titik balik penting dalam pembenahan sepak bola Indonesia.

"Empat tahun lalu, kita kehilangan 135 saudara kita di Kanjuruhan," ujar Erick.

Keberhasilan melaju ke final tepat empat tahun setelah tragedi tersebut memberikan makna tersendiri bagi perjalanan tim nasional. Momen itu menjadi kesempatan untuk mengenang para korban sekaligus melihat perkembangan sepak bola Indonesia di tengah upaya pembenahan yang masih terus berjalan.

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia Vs Thailand Ludes 55 Ribu

Timnas Indonesia saat melawan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. Foto: X/@timnasindonesia

"Sebelum pertandingan kita mengheningkan cipta untuk mengenang mereka, lalu para pemain berjuang sampai menit ke-97 untuk membawa Indonesia ke final," kata Erick.

Bagi Erick, pertandingan itu bukan sekadar tentang menang dan kalah, melainkan tentang bagaimana sepak bola Indonesia belajar dari masa lalu dan terus bergerak maju.

Ingatan tentang tragedi Kanjuruhan, kata dia, harus terus dirawat sebagai pengingat sekaligus untuk berjuang memastikan sepak bola Indonesia yang dibangun saat ini jauh lebih profesional, membanggakan dan menjamin keamanan dan kenyamanan para suporter yang mendukung langsung timnas ke stadion.

Corriere dello Sport menyebut perjalanan Indonesia ke final juga berlangsung di tengah upaya pembenahan sepak bola nasional yang terus didorong PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir. Erick menjabat sebagai Ketua Umum PSSI sejak Februari 2023, sekitar empat bulan setelah tragedi Kanjuruhan. Sejak menjabat, Erick menjadikan pembenahan tata kelola, peningkatan profesionalisme, penguatan tim nasional, pengembangan pemain usia muda, serta pemanfaatan potensi pemain diaspora sebagai bagian dari agenda transformasi sepak bola Indonesia.

Dalam sebuah wawancara dengan Corriere dello Sport, Erick menggambarkan Indonesia sebagai "raksasa yang sedang tidur". Ia merujuk pada besarnya potensi sepak bola nasional yang perlu didukung pengelolaan profesional dan transparan.

(Muhamad Marup)