Sekjen PBB Antonio Guterres saat berpidato di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 19 Oktober 2026. (Talitha Ekta Vanya/ Unic Jakarta)
Pesan Sekjen PBB untuk Pasukan Perdamaian RI yang Akan Bertugas di Afrika Tengah
Willy Haryono • 19 October 2026 12:33
Sentul: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyebut misi penjaga perdamaian di Republik Afrika Tengah berada pada momen krusial untuk memperkuat stabilitas dan memastikan keberhasilan proses perdamaian.
Pernyataan tersebut disampaikan kepada para personel pasukan perdamaian Indonesia yang akan bertugas di negara itu.
Dalam sambutannya di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia (TNI), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 19 Oktober 2026, Guterres mengatakan keberhasilan misi tersebut penting untuk memastikan institusi negara dapat berfungsi di seluruh wilayah Republik Afrika Tengah.
“Misi Anda akan menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa kita dapat sepenuhnya mewujudkan stabilitas di Republik Afrika Tengah,” kata Guterres, dalam siaran pers yang diterima awak media.
Ia menjelaskan, misi tersebut juga bertujuan mendorong kelompok-kelompok bersenjata yang masih tersisa agar secara bertahap terintegrasi dalam proses perdamaian. Di saat yang sama, stabilitas perlu diwujudkan agar negara itu dapat memasuki fase pembangunan di tengah kemiskinan ekstrem dan penderitaan yang dialami penduduknya.
Kisah Sukses yang Belum Selesai
Guterres mengatakan dirinya telah bekerja bersama Republik Afrika Tengah selama 20 tahun, awalnya sebagai Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi dan kemudian sebagai Sekretaris Jenderal PBB.Menurut dia, negara tersebut merupakan salah satu negara termiskin di dunia dan hingga baru-baru ini hampir tidak memiliki kehadiran pemerintah di sebagian besar wilayahnya.
Meski masih terdapat berbagai kelompok bersenjata, Guterres menyebut mayoritas kelompok tersebut telah menyepakati perjanjian dengan pemerintah dan mulai menyerahkan persenjataan mereka.
Karena itu, ia menggambarkan Republik Afrika Tengah sebagai kisah sukses yang masih perlu disempurnakan. “Maka dari itu, Republik Afrika Tengah adalah sebuah kisah sukses yang masih perlu disempurnakan,” ujarnya.
Guterres menekankan bahwa pasukan penjaga perdamaian memiliki peran penting untuk mengokohkan capaian yang telah diraih dan memastikan keberhasilan tersebut berujung pada stabilitas jangka panjang.
Ia berharap institusi negara dapat menjalankan fungsinya di seluruh wilayah sehingga pemerintah mampu mengendalikan teritori negaranya dan menjamin perdamaian.
Guterres Apresiasi Kontribusi Pasukan Indonesia
Guterres mengatakan keberhasilan pelaksanaan misi dapat membuka peluang bagi PBB untuk secara bertahap mengurangi skala misi di Republik Afrika Tengah.Ia juga menyampaikan bahwa personel Indonesia akan bergabung dengan pasukan penjaga perdamaian Portugal yang saat ini bertugas di negara tersebut.
Berdasarkan kesaksian personel Portugal, Guterres mengatakan masyarakat Republik Afrika Tengah sangat menghargai tugas pasukan pemeliharaan perdamaian PBB.
Ia pun menyampaikan harapan agar personel Indonesia dapat menjalankan penugasan dengan baik serta membawa nama Indonesia di mata masyarakat setempat.
“Saya sangat yakin bahwa rakyat Republik Afrika Tengah akan menyimpan rasa terima kasih yang luar biasa, tidak hanya kepada pasukan operasi pemeliharaan perdamaian PBB, tetapi juga kepada rakyat Indonesia yang Anda wakili dengan sangat gagah dan berani,” kata Guterres.
Baca juga: Sekjen PBB Kenang Empat Penjaga Perdamaian Indonesia yang Gugur di Lebanon