Kabut asap menyelimuti Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya , Papua Pegunungan namun jarak pandang di permukaan masih terlihat normal dan aktivitas masyarakat masih berjalan baik.ANTARA/Yudhi Efendi
Kabut Asap Karhutla Meluas ke Papua Pegunungan, Warga Diimbau Pakai Masker
Silvana Febiari • 13 October 2026 17:29
Jayawijaya: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Wamena, Kabupaten Jayawijaya mengimbau warga Papua Pegunungan menggunakan masker. Hal ini disampaikan menyusul polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Selatan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Wamena, Ricky R. Holle, mengatakan kabut asap kiriman dari karhutla di Papua Selatan telah mencapai wilayah Papua Pegunungan. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap tersebut.
“Kami mengimbau warga saat melakukan aktivitas di luar rumah dapat menggunakan masker karena terjadinya kabut asap kiriman dari Papua Pegunungan supaya tidak mengganggu saluran pernapasan,” kata Ricky, dilansir dari Antara, Selasa, 13 Oktober 2026.
Menurut Ricky, kabut asap yang menyelimuti Papua Pegunungan berasal dari karhutla di Papua Selatan. Asap terbawa angin dominan dari tenggara dan timur atau Monsun Australia yang bertiup kencang ke arah barat laut hingga utara.
“Tiupan angin kencang ini membawa dampak signifikan berupa distribusi kabut asap lintas batas akibat karhutla sehingga berhasil menembus wilayah Papua Pegunungan seperti Wamena, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang hingga Papua Tengah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, aktivitas konveksi termal yang kuat akibat karhutla membuat asap terangkat ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi. Asap bergerak melintasi pegunungan tanpa banyak berkurang karena minimnya hujan selama musim kemarau di Papua Pegunungan.
“Wilayah di Papua Pegunungan mengalami peningkatan partikel halus PM2,5 yang berbahaya bagi pernapasan sehingga kami harap warga yang melakukan aktivitas di luar rumah dapat selalu menggunakan masker. Apabila tidak terlalu penting aktivitasnya supaya berdiam diri di rumah,” jelasnya.
.jpg)
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Wamena Ricky R Holle diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan terkait kabut asap yang melanda daerah ini. ANTARA/Yudhi Efendi.
Ia menambahkan, kabut asap juga menyebabkan jarak pandang di wilayah pegunungan dan dataran tinggi menurun drastis. Kondisi ini berpotensi mengganggu penerbangan lokal, termasuk rute Jayapura–Wamena.
“Akibat kabut asap jarak pandang di udara itu menurun drastis hanya sekitar 3 hingga 4 kilometer sehingga beberapa maskapai yang melayani penerbangan Jayapura-Wamena, Jayapura-Dekai Yahukimo memilih membatalkan penerbangan. Jarak pandang yang normal dalam penerbangan itu minimal 5 kilometer,” paparnya.
Ia memastikan jarak pandang pada siang hingga sore hari dapat mencapai 5 kilometer. Situasi ini memungkinkan sejumlah penerbangan kembali beroperasi.
“Pihak penerbangan selalu berkomunikasi dengan kami, dan beberapa hari lalu itu selalu kami informasikan jarak pandang sudah mencapai 5 kilometer di waktu siang dan sore hari, kalau pagi hari masih tertutup kabut,” tuturnya.