BNPB: Masih Ditemukan Titik Asap di Parigi Moutong

Kebakaran lahan di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (30/10/2026). ANTARA/HO-BPBD Parigi Moutong

BNPB: Masih Ditemukan Titik Asap di Parigi Moutong

Lukman Diah Sari • 3 November 2026 14:45

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, masih menyisakan titik-titik asap di dalam lapisan tanah. Bara api terpantau masih tersimpan rapat di bawah permukaan gambut meski kawasan tersebut telah diguyur hujan.

"Setelah hujan turun, masih ditemukan asap dari dalam tanah di beberapa titik yang diduga berasal dari bara api yang tersimpan di lapisan tanah gambut," terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Berton menjelaskan, titik asap membandel ini ditemukan di kawasan lahan gambut Desa Ganongol Sari, Kecamatan Bolano Lambunu. Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mencatat luasan lahan yang terbakar di desa tersebut mencapai sekitar satu hektare. Kebakaran yang terdeteksi sejak Minggu sore (1/11) ini diduga kuat dipicu oleh aksi pembukaan lahan dengan cara dibakar secara sengaja.

Saat ini, unsur gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, relawan, Satpol PP, aparat desa, serta warga setempat masih bersiaga melakukan proses pemadaman dan pendinginan lahan gambut tersebut.

Kebakaran lahan perkebunan dan lahan kosong Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Jumat (30/10).

Di samping Desa Ganongol Sari, karhutla dengan dampak yang jauh lebih besar juga melanda kawasan perkebunan dan lahan kosong di Desa Gunung Sari, kecamatan yang sama. Insiden yang terjadi sejak Jumat (30/10) tersebut telah menghanguskan sekitar 110 hektare lahan.

Hingga Senin, 2 November 2026, sejumlah titik api di wilayah Gunung Sari dilaporkan masih menyala. Proses pemadaman terhambat oleh kondisi medan yang sulit dijangkau serta minimnya pasokan sumber air di lokasi kejadian.

Tim gabungan kini terus berjibaku meredam kobaran api agar tidak semakin meluas. BNPB menegaskan bahwa para petugas di lapangan masih sangat membutuhkan tambahan dukungan peralatan pemadam guna mempercepat penanganan bencana hidrometeorologi ini.

(Lukman Diah Sari)