Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei. Foto: Press TV
Ayatollah Khamenei Sebut Trump Putus Asa dalam Mencapai Kesepakatan
Fajar Nugraha • 19 June 2026 06:04
Teheran: Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei mengatakan pejabat Iran telah melakukan upaya besar dengan penuh belas kasih dan niat baik untuk mencapai nota kesepahaman dengan Amerika Serikat.
Khamenei menyebutkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menggunakan berbagai titik tawar karena putus asa.
"Bangsa Iran yang penuh semangat dan setia, seperti yang telah Anda ketahui, sebuah nota kesepahaman telah ditandatangani antara presiden Iran dan Amerika," kata Ayatollah Khamenei dalam pesan yang dirilis pada Kamis 18 Juni 2026, seperti dikutip dari Press TV, Jumat 19 Juni 2026.
"Dalam proses mencapai tahap ini, para pejabat, dengan penuh belas kasih dan niat baik, telah melakukan banyak upaya, dan tentu saja presiden AS-lah yang, karena putus asa, menggunakan berbagai titik tawar untuk tujuan ini,” ungkap Ayatollah Khamenei.
Nota Kesepahaman (MoU), yang ditandatangani secara jarak jauh oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump, menyerukan penghentian permanen permusuhan di semua lini, pencabutan blokade angkatan laut AS dalam waktu 30 hari, pemulihan lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz, rencana rekonstruksi senilai setidaknya USD300 miliar, dan pencabutan sanksi AS.
Ayatollah Khamenei mengatakan bahwa awalnya ia memiliki pandangan yang berbeda, tetapi mengesahkan perjanjian tersebut berdasarkan komitmen yang dibuat oleh Presiden Pezeshkian, yang sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi berjanji atas nama dirinya dan anggota lainnya untuk melindungi hak-hak bangsa Iran dan front perlawanan.
Presiden Pezeshkian juga menyatakan bahwa ia tidak akan menerima tuntutan AS yang berlebihan, kata Pemimpin Tertinggi.
"Mulai saat ini, kita -,yang berarti Anda, bangsa yang bangga, dan hamba yang rendah hati ini,- akan menunggu pemenuhan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Tetapi jelas bahwa negosiasi tatap muka yang akan berlangsung di masa mendatang tidak akan berarti menerima pandangan musuh," kata Ayatollah Khamenei.
“Kami berharap doa-doa mulia dari Guru kami (Imam Mahdi) (semoga Allah mempercepat kemunculannya kembali) akan membawa segala macam kemenangan dan kejayaan bagi bangsa Iran yang terhormat,” ucap Ayatollah Khamenei.
Berdasarkan MoU tersebut, kedua pihak telah memasuki periode negosiasi selama 60 hari, dengan tujuan mencapai kesepakatan akhir yang komprehensif. Negosiasi tatap muka dijadwalkan akan dimulai pada 19 Juni di Swiss, dengan Pakistan dan Qatar bertindak sebagai mediator.
Kesepakatan ini menyusul perang terorisme AS-Israel yang tidak beralasan terhadap Iran yang dimulai pada akhir Februari.