Bibit Siklon 94W Diprakirakan Berangsur Melemah, Ini Penjelasan BMKG

Dinamika atmosfer, Rabu, 5 Agustus 2026. (tangkapan layar/infoBMKG)

Bibit Siklon 94W Diprakirakan Berangsur Melemah, Ini Penjelasan BMKG

Lukman Diah Sari • 5 August 2026 08:40

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan pergerakan bibit siklon tropis 94W berangsur melemah. Prakirawan Cuaca BMKG, Alya, menyebut saat ini bibit siklon tropis 94W terpantau di Laut Filipina bagian utara.

Alya menjelaskan, bahwa intensitas sistem bibit siklon 94W dalam 24 jam ke depan diperkirakan akan menurun. Sistem ini bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan angin maksimum mencapai 15 knot atau sekitar 28 km per jam, dan tekanan udara minimum sebesar 1.004 hektopaskal.

"Sementara itu, intensitas sistem dalam 48 hingga 72 jam ke depan diperkirakan mulai melemah signifikan. Pelemahan ini ditandai dengan melebarnya pola sirkulasi, di mana arah gerak sistem berbelok ke utara timur laut dan menjadi belokan angin. Bibit siklon tropis memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah Laut Filipina dan sekitarnya," papar Alya dalam siaran ramalan cuaca BMKG, Rabu, 5 Agustus 2026.

Selain bibit siklon 94W, BMKG juga memantau adanya sirkulasi siklonik yang diprediksi berada di Samudera Hindia barat Bengkulu. Sirkulasi ini turut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di wilayah Samudera Hindia barat Sumatra Barat hingga Bengkulu.

Alya menyebut dampak dinamika atmosfer tersebut semakin luas dengan terbentuknya daerah perlambatan angin di sejumlah titik. Daerah ini diprediksi membentang di pesisir utara Aceh hingga Sumatra Utara, Selat Malaka hingga Riau, Sumatra Barat hingga Perairan Barat Bengkulu, Kalimantan Timur hingga Laut Sulu, serta membentang dari Papua Pegunungan hingga Papua Tengah dan Papua.


Ilustrasi. (medcom.id) 

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah bibit siklon atau sirkulasi siklonik, serta di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," jelasnya.

BMKG mengingatkan masyarakat bahwa kombinasi dinamika atmosfer memicu kondisi cuaca yang cukup signifikan di Tanah Air. Masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah Indonesia.

(Lukman Diah Sari)