Gubernur Bali Wayan Koster bahas anggaran kebencanaan BPBD Bali buat antisipasi musim hujan di Denpasar, Senin, 14 September 2026. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)
Antisipasi Musim Hujan, Pemprov Bali Pastikan Anggaran Bencana Cukup
Silvana Febiari • 15 September 2026 06:55
Denpasar: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memastikan anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali sudah mencukupi. Anggaran tersebut disiapkan untuk mengantisipasi dampak musim hujan.
"Kalau anggaran untuk bencana masih ada, (pos) belanja tidak terduga masih cukup, dan setiap ada kebutuhan terkait penanganan bencana selalu kita realisasikan," kata Gubernur Bali Wayan Koster di sela Sidang Paripurna DPRD Bali di Denpasar, dilansir Antara, Senin, 15 September 2026.
Ia mengatakan tidak ada perubahan pagu anggaran kebencanaan dalam Raperda Perubahan APBD 2026. Anggaran yang tersedia masih memadai karena baru terealisasi sekitar 50 persen dan BPBD Bali telah menjalankan mitigasi dengan baik.
Terkait proses pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 secara keseluruhan, Koster mengapresiasi pandangan dan masukan dari seluruh fraksi di DPRD Bali.
Berdasarkan data BPBD Bali, total alokasi anggaran BPBD Bali tahun 2026 tercatat sebesar Rp24,8 miliar. Dari jumlah tersebut, porsi anggaran prioritas dialokasikan sebesar Rp6.480.967.384 (Rp6,4 miliar lebih), sedangkan anggaran penunjang mencapai Rp18.354.438.866 (Rp18,3 miliar lebih).
Pemprov Bali memperkuat kesiapsiagaan anggaran dan mitigasi menghadapi musim hujan mulai September. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya dampak hujan lebat dan banjir besar seperti pada 2025.

Ilustrasi hujan/MI/Ramdani
Secara terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali Gede Teja Bhusana menambahkan pihaknya telah mengintensifkan berbagai langkah mitigasi teknis dan operasional di lapangan.
"Pertama, kami melakukan penguatan sistem peringatan dini, selain informasi cuaca yang disebarkan ke berbagai media untuk diatensi masyarakat, kami juga memasang sirine banjir di Tukad Badung," ungkap Gede Teja.
Langkah kedua, BPBD Bali telah menggelar latihan simulasi berbasis rencana kontinjensi di Kota Denpasar untuk mengevaluasi serta belajar dari permasalahan banjir periode sebelumnya. Ketiga, latihan kesiapsiagaan tanggap bencana banjir saat ini juga sedang dilaksanakan bersama Korem 163/Wira Satya.
Gede Teja mengatakan antisipasi banjir dilakukan melalui pendekatan struktural dan lingkungan dengan melibatkan berbagai sektor. Langkahnya meliputi pengelolaan sampah, penanaman pohon, penertiban bangunan, perbaikan drainase, pengerukan sedimentasi sungai, serta pembenahan SOP pintu air.
"Semua itu dilakukan oleh sektornya masing-masing sesuai tugasnya, dari kami sendiri juga terus menguatkan kapasitas logistik dan peralatan untuk mengantisipasi dampaknya," tuturnya.