Ilustrasi Pexels
Bacaan Doa Duduk di Antara Dua Sujud Lengkap Beserta Makna dan Tata Caranya
Muhamad Marup • 5 June 2026 23:17
Jakarta: Gerakan duduk di antara dua sujud dalam salat sering kali dianggap sebagai jeda singkat biasa dan dilewati dengan terburu-buru. Padahal, bacaan dalam gerakan bernama iftirasy ini menyimpan delapan permohonan dahsyat yang mencakup seluruh kebutuhan hidup manusia, mulai dari urusan duniawi hingga akhirat.
Gerakan ini bukan hanya sekadar pembatas antar sujud, melainkan momen krusial di mana seorang hamba secara langsung meminta keselamatan, kesehatan, hingga rezeki kepada Allah Swt.. Lantas, seperti apa gerakan duduk di antara dua sujud dan bagaimana doanya? Mengutip laman Rumah Zakat, berikut penjelasannya:
Gerakan Duduk di Antara Dua Sujud
Sebelum memahami doa di antara dua sujud, penting untuk mengetahui bagaimana posisi duduk ini dilakukan dengan benar sesuai tuntunan syariat. Berikut panduannya:- Kaki kiri dibentangkan dan diduduki.
- Kaki kanan ditegakkan, dengan jari-jari kaki kanan menghadap ke kiblat.
- Telapak tangan diletakkan di atas paha, jari menghadap ke kiblat.
- Posisi tubuh tegak, pundak rileks, dan pandangan tetap tertuju ke tempat sujud.
Doa Duduk di Antara Dua Sujud
Setelah mengetahui gerakannya, berikut merupakan doa yang dapat dibaca saat duduk di antara dua sujud:.jpg)
Bacaan Latin: “Rabbighfir lii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.”
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berikan aku petunjuk, berikan aku kesehatan, dan maafkan aku.”
Makna Mendalam Doa Duduk di Antara Dua Sujud
Doa duduk di antara dua sujud memiliki makna yang sangat mendalam dan istimewa. Meskipun singkat bacaan ini merangkum kebutuhan dasar manusia mulai dari sisi spiritual, fisik sekaligus menjadi momen pengakuan diri yang lemah di hadapan Allah Swt..Berikut ini rincian makna dari setiap doa tersebut:
- Rabbighfir lii (Ya Allah, ampunilah aku): Memohon penghapusan segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat.
- Warhamnii (Rahmatilah aku): Memohon curahan kasih sayang agar hidup selalu dalam lindungan dan karunia Allah.
- Wajburnii (Cukupkanlah/perbaikilah aku): Memohon agar Allah menutupi segala kekurangan, memperbaiki kondisi hati yang terluka, dan mencukupkan segala kebutuhan.
- Warfa’nii (Angkatlah derajatku): Memohon meninggikan derajat atau kedudukan di sisi Allah Swt. melalui amal ibadah.
- Warzuqni (Berikanlah aku rezeki): Memohon rezeki yang halal, berkah, dan mencukupi untuk keberlangsungan hidup.
- Wahdini (Berikanlah aku petunjuk): Memohon hidayah atau petunjuk agar senantiasa berada di jalan yang lurus dan benar.
- Wa’aafini (Berikanlah aku kesehatan): Memohon “afiyah,” yakni perlindungan dan keselamatan dari penyakit serta terbebas dari musibah.
- Wa’fu ‘anni (Maafkanlah aku): Memohon penghapusan dosa secara total seolah-olah dosa tersebut tidak pernah ada.
(Surya Mahmuda)