CEO MHTC, Suriaghandi Suppiah. Foto: Metrotvnews.com
Terjangkau, Alasan Warga Indonesia Pilih Malaysia untuk Wisata Kesehatan
Fajar Nugraha • 6 June 2026 13:20
Jakarta: Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) menyebut biaya layanan kesehatan yang lebih terjangkau menjadi salah satu alasan utama masyarakat Indonesia memilih Malaysia sebagai tujuan wisata kesehatan.
Hal tersebut disampaikan CEO MHTC, Suriaghandi Suppiah, dalam sesi konferensi pers Malaysia Fair 2026 di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurut Suriaghandi, biaya pengobatan di Malaysia dapat lebih hemat sekitar 30–50 persen dibandingkan sejumlah alternatif tujuan layanan kesehatan lain. Selain biaya perawatan, pasien juga memperoleh rincian biaya yang jelas sehingga dapat merencanakan pengeluaran secara lebih terukur.
"Terjangkau ini sekitar 30–50 persen. Pasien juga dapat mengetahui secara jelas biaya tindakan, konsultasi, dan obat-obatan sehingga lebih mudah merencanakan pengeluaran," kata Suriaghandi.
Ia menjelaskan kedekatan geografis antara Indonesia dan Malaysia turut membuat biaya perjalanan menjadi lebih rendah. Ketersediaan lebih dari 600 penerbangan langsung dari berbagai kota di Indonesia juga dinilai memudahkan akses pasien yang ingin berobat ke Malaysia.
Selain faktor biaya, Suriaghandi menilai pengalaman pasien menjadi keunggulan lain yang ditawarkan Malaysia. Kesamaan budaya, kemiripan bahasa, dan pelayanan yang dinilai ramah membuat pasien Indonesia merasa lebih nyaman selama menjalani perawatan.
Dari sisi kualitas layanan, seluruh rumah sakit anggota MHTC disebut telah mengantongi akreditasi nasional maupun internasional, seperti Malaysian Society for Quality in Health (MSQH) dan Joint Commission International (JCI).
Akreditasi tersebut menjadi jaminan standar pelayanan, kualitas tenaga medis, dan hasil pengobatan yang diberikan kepada pasien.
Suriaghandi juga menyoroti efisiensi layanan rumah sakit swasta di Malaysia yang memanfaatkan teknologi medis modern, termasuk sistem bedah berbasis robotik. Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut membantu mempercepat proses perawatan sehingga masa rawat inap pasien menjadi lebih singkat.
Ia menambahkan kombinasi antara biaya yang kompetitif, akses yang mudah, kualitas layanan yang terjamin, dan pengalaman pasien yang nyaman menjadi faktor yang mendorong tingginya minat masyarakat Indonesia untuk mendapatkan layanan kesehatan di Malaysia.
(Keysa Qanita)