Ketum terpilih Kosgoro 1957, Sari Yuliati. Foto: Istimewa.
Perbedaan Pendapat dalam Kontestasi Dinilai Bagian dari Demokrasi
Anggi Tondi Martaon • 6 June 2026 22:16
Jakarta: Perbedaan pandangan dalam sebuah kontestasi dinilai sebagai sesuatu yang lumrah. Sebab, hal itu bagian dari demokrasi.
"Ini bagian wajar, bagian demokratis," kata Ketua Umum (Ketum) terpilih Kosgoro 1957, Sari Yuliati, dalam keterangannya, Sabtu, 6 Juni 2026.
Hal itu disampaikan Sari merespons pemilihan Ketum PPK Kosgoro 1957 dalam Mubes V 2026. Menurut Sari, setelah pemilihan, semua keluarga besar Kosgoro harus kembali merapatkan barisan.
"(Setelah pertarungan) kita balik merapatkan barisan. Tidak ada skat yang memisahkan kita, yang ada satu tujuan, membesarkan Kosgoro 1957," ungkap Sari.
"Dari pengkaderan itu kita harapkan minimal 30 persen perempuan. Kita punya skema untuk merekrut kader (Kosgoro) untuk diberikan kepada Golkar," ungkap perempuan pertama yang menjabat Ketum Kosgoro.
Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai Golkar itu juga ingin menjadikan Kosgoro sebagai organisasi yang mampu menghadirkan solusi dan bermanfaat kepada masyarakat. Seluruh kader Kosgoro juga harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi, memperkuat kaderisasi, dan memperluas jaringan politik dan sosial.

Ketum terpilih Kosgoro 1957, Sari Yuliati. Foto: Istimewa.
"Kosgoro 1957 menegaskan komitmen mendukung kepempinanan Bahlil Lahadalia sebagai Ketum Golkar. Sekaligus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," imbuh Sari.
Selain itu, Sari mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukungnya dalam Mubes V 2026. Wakil Ketua DPR itu berjanji, membawa PPK Kosgoro 1957 menjadi organisasi yang mampu menjawab tantangan zaman.
"Lintas generasi harus dibangun agar makin kuat dan besar di masa mendatang. Kita harus jalan, harus penuh dedikasi, harus penuh pengabdian, amanah, agar relevan menjawab tantamgan zaman," ujar Sari.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar, Wihaji, mengingatkan pesan Ketum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. "Perlu diingat pidato Pak Bahlil, bertanding untuk bersanding, kita tata ke depan, Kosgoro lebih baik, soliditas tambah baik," kata Wihaji.