Presiden Prabowo Subianto saat membuka Munas XVIII Hipmi. Foto: Metro TV.
Presiden Prabowo Ungkap Alasan Sering Kunjungan ke Luar Negeri
Anggi Tondi Martaon • 10 June 2026 18:47
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri. Yakni, memelihara hubungan baik dengan negara sahabat dan memperlihatkan implementasi kebijakan politik luar negeri bebas aktif Indonesia.
Hal itu disampaikan Kepala Negara saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Bandar Lampung, Lampung. Prabowo menyinggung bahwa baik dirinya maupun Presiden ketujuh Joko Widodo (Jokowi) kerap disinggung terkait kunjungan ke luar negeri.
"Jadi ada Presiden kayak Pak Jokowi yang jarang keluar negeri, disalahkan. Jokowi tidak pernah keluar negeri, Jokowi tidak peduli politik luar negeri. Saya sering ke luar negeri, ‘Prabowo sering ke luar negeri’, aneh, sebetulnya tidak ada masalah," kata Prabowo dikutip dari Antara, Rabu, 10 Juni 2026.
Prabowo menyebut Indonesia beruntung memiliki warisan dari pendiri bangsa dalam bentuk politik bebas aktif. Sebab, konflik terjadi di sejumlah wilayah yang membuat hubungan beberapa negara yang tidak harmonis.
"Seribu kawan terlalu sedikit. Satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh. Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden Trump. Di sini saya disalahkan, di situ saya disalahkan. Tapi tidak ada masalah," ungkap RI 1.
Prabowo menyebut tidak mungkin menolak saat menerima undangan dari negara sahabat. Sebab, Indonesia memegang prinsip bebas aktif.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Setpres.
Prabowo mengatakan tidak akan ragu untuk melakukan langkah-langkah tersebut. Selama kunjungan keluar negeri tersebut untuk kepentingan rakyat Indonesia.
"Untuk membela kepentingan rakyat, memang kita harus memelihara hubungan baik dengan semua pemerintah itu. Makanya saya katakan politik Indonesia adalah politik tetangga yang baik," jelas Prabowo.
Menurut Prabowo, politik tetangga yang baik memastikan Indonesia memiliki hubungan harmonis dengan negara di kawasan maupun pihak lain di berbagai belahan dunia.