Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Metrotvnews.com/ Antonio
Pemkot Bekasi dan Warga Sepakat Tertibkan Bangunan di Bantaran Kali
Antonio • 30 January 2026 18:35
Bekasi: Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, bersama warga korban banjir kiriman yang ada di Gang Mawar, Margahayu, sepakat untuk membongkar bangunan liar yang berdiri di bantaran Kali Bekasi. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan warga yang memiliki bangunan tanpa surat kepemilikan di bantaran Kali Bekasi wilayah Gang Mawar telah setuju untuk membongkar bangunannya.
"Ada suatu keinginan bahwa kita akan lakukan untuk mereka melakukan pembongkaran sendiri dulu," kata Tri di Bekasi, Jumat, 30 Januari 2026.
Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BWSCC) untuk melakukan pembangunan pascapembongkaran bangunan di daerah aliran sungai. Menurut Tri, BBWSCC pun masih memiliki anggaran untuk penanggulangan bencana banjir.
"Karena BBWSCC biasanya mau kalau tanah itu sudah clean and clear. Jadi memang tidak ada persoalan, baru mereka akan melakukan proses pembangunan," ujar Tri.
.jpg)
Kondisi banjir di Gang Mawar, Margahayu, Kota Bekasi. MTVN/Antonio
Tri menjelaskan, saat ini wilayah tersebut kerap terdampak ketika aliran air dari Bogor meningkat. Dia menyebut ketinggian muka air di titik pertemuan Kali Cileungsi dan Cikeas atau P2C menjadi indikator utama potensi banjir.
"Ketinggian 500, ini udah pasti naik dan sementara top level yang kita pernah alami itu bisa sampai 850-an, itu tahun lalu," kata Tri.
Dia menjelaskan bila ketinggian air mencapai level 850 sentimeter, maka dampak banjir akan semakin besar. Air pun akan masuk lebih tinggi ke wilayah permukiman.
"Dampaknya tadi sudah kita lihat bagaimana masuk ke wilayah, Jadi kalau 850 akan lebih tinggi banyak air," ujarnya.