Sripeni Inten Cahyani. (Youtube/Dok. Metro TV)
Profil Sripeni Inten Cahyani, Anggota Pemangku Kepentingan DEN Bidang Industri
Riza Aslam Khaeron • 28 January 2026 19:04
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 16 anggota Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 28 Januari 2026. Dalam pelantikan tersebut, Sripeni Inten Cahyani ditetapkan sebagai salah satu anggota dari unsur pemangku kepentingan bidang industri.
Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 6p Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Energi Nasional dari Pemerintah, serta Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 134b Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Energi Nasional dari Pemangku Kepentingan.
Sebelum dilantik, Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani dikenal sebagai sosok profesional yang telah mengabdi di sektor ketenagalistrikan nasional. Ia berkarier di PT PLN selama 28 tahun dan telah menempati berbagai posisi strategis.
Sripeni pernah menjabat sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN dan Komisaris PT Pupuk Kujang. Ia juga dikenal aktif dalam pengembangan kebijakan dan implementasi energi nasional.
Profil Sripeni Inten Cahyani

Sripeni Inten Cahyani (kiri) ditunjuk menjadi Plt Dirut PLN. (FOTO: dok PLN)
Sripeni Inten Cahyani merupakan figur profesional di sektor energi yang dibentuk oleh kombinasi latar belakang teknik, keuangan, dan pengalaman panjang memimpin organisasi besar. Ia lahir di Pati, Jawa Tengah, pada 7 Oktober 1968.
Pendidikan formalnya diawali dengan gelar Sarjana Teknik Kimia dari Universitas Diponegoro pada 1992, kemudian meraih Magister Manajemen Keuangan dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM pada 2001, dan menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Trisakti pada 2019.
Kariernya dimulai sebagai staf operasional di lingkungan PT PLN dan anak usahanya Indonesia Power pada 1993. Seiring waktu, ia menduduki berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Direktur Keuangan dan Eksekutif Utama Bidang Keuangan di Indonesia Power.
Pada 2016 hingga 2019, ia dipercaya memimpin Indonesia Power sebagai Direktur Utama. Pada 2019, Sripeni ditugaskan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT PLN (Persero), menggantikan Djoko Abumanan, ia kerap dijuluki sebagai "bos perempuan pertama" di PLN. Dalam periode yang sama, ia juga menjabat sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN.
| Baca Juga: DEN Dinilai Bentuk Komitmen Negara Wujudkan Kedaulatan Energi |
Salah satu ujian paling berat dalam kepemimpinannya terjadi saat pemadaman listrik besar-besaran melanda sebagian Pulau Jawa pada 4–5 Agustus 2019. Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik dan memicu kunjungan langsung Presiden Joko Widodo ke kantor pusat PLN.
Setelah menyelesaikan tugas di PLN, Sripeni dipercaya menjadi Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bidang ketenagalistrikan sejak Juni 2020.
Dua bulan setelah diangkat menjadi Tenaga Ahli Menteri, Sripeni kembali diangkat untuk menjabat sebagai Komisaris di PT Pupuk Kujang pada Agustus 2020. Dalam peran ini, ia mendorong pengembangan pupuk rendah karbon, penguatan industri katalis dalam negeri, serta efisiensi energi di sektor petrokimia.
Ia memandang bahwa masa depan energi Indonesia akan ditopang oleh kombinasi sumber terbarukan seperti tenaga surya dan angin, dengan LNG sebagai penyeimbang dalam masa transisi hingga teknologi penyimpanan energi menjadi lebih ekonomis.