Bertambah, 123 RT dan 9 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang

Peristiwa banjir di Jakarta. Dok. Medcom.id

Bertambah, 123 RT dan 9 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang

Farhan Zhuhri • 20 February 2026 13:49

Jakarta: Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Jumat, 20 Februari 2026 pagi memicu genangan di sejumlah titik. BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak 123 RT dan 9 ruas jalan masih tergenang hingga pukul 12.00 WIB.

Sebaran terbanyak berada di Jakarta Selatan dengan 90 RT terdampak. Sementara Jakarta Barat tercatat 33 RT tergenang. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga 100 sentimeter.

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan mengatakan 11 RT di Jakarta Barat terendam banjir dengan ketinggian 30–80 cm. Banjir akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke. Genangan  terjadi di Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Rawa Buaya.

"Untuk di Kedoya Selatan, air mencapai 80 cm, sedangkan di Kembangan Selatan genangan dipicu luapan Kali Pesanggrahan," kata Yohan melalui keterangannya, Jumat, 20  Februari 2026.

Jakarta Selatan terdampak lebih luas. Di Petogogan tercatat 39 RT dengan ketinggian 50–80 cm akibat luapan Kali Krukut dan PHB Nipam. Di Petukangan Utara, air bahkan mencapai 100 cm.

Pondok Pinang dan Ulujami mencatat genangan hingga 90 cm. Luapan Kali Ciliwung juga menyebabkan genangan di Pejaten Timur setinggi 95 cm.

"Sejumlah wilayah lain seperti Cipete Utara, Bintaro, Pesanggrahan, hingga Rawajati turut terdampak akibat kombinasi hujan intensitas tinggi dan luapan sungai, di antaranya Kali Krukut, Kali Pesanggrahan, Kali Mampang, hingga Kali Uangan," ungkap Yohan.


Peristiwa banjir di Jakarta. Dok. Medcom.id

Tak hanya pemukiman, genangan juga merendam 9 ruas jalan. Genangan tejadi di Jalan Gaya Motor Raya, Kebon Bawang, Jakarta Utara (30 cm); Jalan Strategi Raya dan Basoka Raya di Joglo, Jakarta Barat; Jalan Puri Kembangan depan SMK Budi Murni (60 cm); Jalan Pondok Karya, Pela Mampang, Jakarta Selatan (60 cm); hingga Jalan Daan Mogot di Rawa Buaya dengan ketinggian 30–40 cm.

BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memantau dan mempercepat penyedotan air. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) guna memastikan tali-tali air berfungsi optimal. Kebutuhan dasar bagi warga terdampak juga disiapkan.

“Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat,” ujar Yohan.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan susulan. Dalam kondisi darurat, warga dapat menghubungi layanan 112 yang beroperasi 24 jam dan tidak dipungut biaya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)