Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang. (Dokumentasi/ WIkipedia)
Danau Rawa Pening Dilirik Jadi Destinasi Wisata Air Unggulan
Silvana Febiari • 25 June 2026 22:11
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyampaikan Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, tengah dilirik oleh investor untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata air unggulan. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendukung pengembangan tersebut untuk memperkuat aglomerasi Pariwisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening.
"Borobudur, Kopeng, Rawapening ini menjadi satu aglomerasi yang akan kita kembangkan. Namun memang harus dikoordinasikan dengan berbagai pihak, karena Rawapening juga kawasan konservasi," kata Luthfi saat menerima audiensi Bupati Semarang, Ketua DPRD Kota Salatiga, serta perwakilan calon investor dalam negeri yakni PT Pandawa Sapto Dewi Pesisi, dilansir dari Antara, Kamis, 25 Juni 2026.
Perseroan itu merupakan investor asal Cilacap yang berminat ikut mengembangkan destinasi wisata di daerah Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang sarat legenda. Luthfi menyambut baik minat investasi untuk pengembangan destinasi wisata tersebut, namun mewanti-wanti agar tetap memperhatikan fungsi konservasi dan melalukan koordinasi lintas sektor.
Baca Juga :
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan calon investor tersebut berencana mengembangkan destinasi wisata di kawasan Rawa Pening. Mulai dari rumah makan apung, vila, keramba, hingga permainan air.
"Harapannya, Rawa Pening menjadi salah satu destinasi unggulan di Jawa Tengah," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir Miskun mengatakan perusahaannya melihat potensi besar Rawa Pening untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis perairan. Ia mengatakan Gubernur Jateng meminta agar proses pengembangan dapat segera direalisasikan.
"Beliau tadi menyampaikan supaya secepatnya disegerakan, jangan terlalu lama," tuturnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima audiensi Bupati Semarang, Ketua DPRD Kota Salatiga, dan calon investor yang akan mengelola Danau Rawa Pening, di Semarang, Kamis, 15 Juni 2026. (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jateng Hanung Triyono mengungkap pengembangan Rawa Pening harus dilakukan secara hati-hati. Sebab, kawasan tersebut juga berfungsi sebagai kawasan konservasi.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk menentukan zonasi kawasan yang dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata maupun yang harus dipertahankan sebagai kawasan konservasi.
Selain itu, di Rawa Pening juga akan masuk investasi terkait sistem pengelolaan air dari Shiga, Jepang. Dengan begitu, aspek pariwisata, konservasi, dan pengelolaan air dapat berjalan beriringan.
"Mudah-mudahan tahun ini bisa kita lihat site plan-nya. Karena Rawa Pening ini kewenangan Kementerian PU, tapi tetap kita bisa masuk," harapnya.