Mayoritas Calhaj yang Wafat di Tanah Suci Bukan Lansia

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Antara.

Mayoritas Calhaj yang Wafat di Tanah Suci Bukan Lansia

Anggi Tondi Martaon • 12 May 2026 20:32

Jakarta: Sebanyak 24 calon jemaah haji (calhaj) Indonesia wafat di Arab Saudi. Namun, mayoritas calhaj yang tutup usia bukan kelompok lanjut usia (lansia), tapi kelompok umur 40-50 tahun.

“Yang wafat itu justru orang-orang yang berusia 50-40 tahun," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak, dikutip dari Antara, Selasa, 12 Mei 2026.

Dahnil menjelaskan alasan kelompok umur 40-50 yang banyak wafat di Tanah Suci. Sebab, mereka merasa dalam kondisi sehat sehingga terlalu memforsir aktivitas ibadah.

"Kenapa? Karena rata-rata beliau-beliau ini merasa sehat, kemudian memforsir kegiatan ibadah," ungkap Dahnil.

Menurut dia, hal itu berdampak pada kondisi tubuh calhaj. Sehingga, calhaj terserang penyakit.

"Tanpa sadar kemudian akhirnya mereka tenaganya berkurang, penyakit kemudian muncul, kecapekan akhirnya ada yang wafat,” ujar Dahnil.

Ilustrasi ibadah haji. Foto: Istimewa.

Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, ia mengimbau jamaah agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas ibadah berlebihan.

“Untuk jamaah kita berharap fokus persiapan puncak haji, istirahat yang cukup,” ujar Dahnil.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)