Menteri Keuangan AS Scott Bessent. (Anadolu Agency)
Anggap Eropa Lemah, AS Tegaskan Perlu Kuasai Greenland demi Stabilitas Global
Muhammad Reyhansyah • 19 January 2026 09:43
Washington: Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menyatakan bahwa “lemahnya” Eropa membuat Amerika Serikat perlu menguasai Greenland demi menjaga stabilitas global.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu kemarin di tengah meningkatnya kekhawatiran sejumlah anggota parlemen AS terhadap upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengambil alih wilayah Arktik yang saat ini berada di bawah kedaulatan Denmark.
Berbicara dalam program Meet the Press di NBC, Bessent mengatakan kepemilikan Greenland menjadi krusial dalam persaingan geopolitik global dengan Rusia dan Tiongkok.
Pernyataan itu muncul sehari setelah Trump berjanji akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara Uni Eropa yang menentang langkah AS tersebut, termasuk Denmark, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekutu paling setia Washington.
“Kami adalah negara terkuat di dunia,” kata Bessent, dikutip dari AsiaOne, Senin, 19 Januari 2026.
“Orang Eropa memproyeksikan kelemahan. Amerika Serikat memproyeksikan kekuatan,” imbuh Bessent.
Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Uni Eropa, Bessent menyatakan keyakinannya bahwa para pemimpin Eropa pada akhirnya akan menerima gagasan penguasaan Greenland oleh AS.
“Saya percaya bahwa orang-orang Eropa akan memahami bahwa ini yang terbaik bagi Greenland, terbaik bagi Eropa, dan terbaik bagi Amerika Serikat,” ujarnya.
Bessent juga mengatakan ia belum membahas kembali dengan Trump soal kemungkinan penggunaan kewenangan darurat untuk membenarkan penggunaan kekuatan demi mengambil Greenland.
Penolakan dan Kritik dari Kongres
Namun, gagasan tersebut menuai kritik tajam dari kalangan legislatif. Senator Rand Paul dari Partai Republik Kentucky menyebut penggunaan alasan keadaan darurat sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.“Melakukan itu akan konyol karena tidak ada keadaan darurat di Greenland,” kata Paul, yang juga menjabat Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri Senat AS.
Ia menambahkan, “Gagasan bahwa ini untuk mencegah keadaan darurat, sekarang kita menyatakan keadaan darurat untuk mencegah keadaan darurat?”
Senator Tim Kaine dari Partai Demokrat Virginia mengatakan Komite Keamanan Dalam Negeri Senat dapat mendorong resolusi pembatasan kewenangan perang presiden atau menentang penggunaan tarif oleh Trump.
Penolakan juga datang dari sesama Partai Republik. Anggota DPR AS Mike Turner dari Ohio memperingatkan bahwa ancaman tarif dapat merusak hubungan dengan sekutu NATO.
“Ini bukan The Art of the Deal,” ujar Turner dalam program Face the Nation di CBS, merujuk pada buku Trump. “Ini lebih mirip The Dating Game. Ini jelas bukan bahasa yang seharusnya digunakan ketika Anda meminta seseorang bermitra dengan Anda.”
Perbedaan Pandangan soal Motif AS
Sebaliknya, Senator Republik John Cornyn dari Texas menilai ancaman tarif Trump hanyalah taktik negosiasi.“Terkadang ia percaya pada ambiguitas strategis dan berbicara dengan cara yang menarik perhatian orang, tetapi pada akhirnya saya pikir ada kesepakatan yang bisa dicapai,” kata Cornyn di Fox News Sunday.
Sejumlah legislator lain, termasuk Senator Demokrat Chris Van Hollen dari Maryland dan Senator Republik Ted Cruz dari Texas, menyoroti kekayaan sumber daya alam Greenland sebagai kemungkinan motivasi utama AS, meski berbeda pandangan soal kelayakan argumen Trump.
Cruz menyebut mineral Greenland sebagai salah satu “manfaat ekonomi yang sangat besar” dari akuisisi tersebut, selain nilai strategis lokasinya. “Sangat jelas bahwa kepentingan Amerika Serikat untuk memperoleh Greenland,” katanya.
Namun Van Hollen menuduh Trump tidak jujur mengenai alasan keamanan nasional.
“Presiden berbohong kepada rakyat Amerika ketika mengatakan ini soal keamanan,” ujar Van Hollen dalam program This Week di ABC News. “Yang ia pedulikan hanyalah sumber daya alam wilayah itu.”
Baca juga: AS Diam-Diam Diduga Kumpulkan Data Militer Greenland Tanpa Libatkan Denmark