Salju tebal melanda Petropavlovsk-Kamchatsky di Kamchatka, Timur Jauh Rusia. (Ulyana Pamsheva / TASS)
Rentetan Badai Salju Terjang Kamchatka Rusia, Dua Orang Dilaporkan Tewas
Willy Haryono • 17 January 2026 09:53
Kamchatka: Sedikitnya dua orang dilaporkan tewas di kota Petropavlovsk-Kamchatsky, wilayah Timur Jauh Rusia, setelah salju yang menumpuk di atap bangunan runtuh dan menimbun keduanya hingga tewas, menurut keterangan pejabat setempat pada Kamis lalu. Peristiwa ini terjadi ketika Semenanjung Kamchatka Peninsula masih lumpuh akibat rentetan badai salju yang sangat kuat.
Sejak Senin, sejumlah sistem tekanan rendah yang terbentuk di Sea of Okhotsk bergerak melintasi Kamchatka dan wilayah Timur Jauh Rusia lainnya, membawa angin kencang serta curah salju dengan intensitas rekor.
Wali Kota Petropavlovsk-Kamchatsky, Yevgeny Belyayev, menetapkan status keadaan darurat di seluruh kota tak lama setelah kematian pertama dilaporkan pada Kamis. Langkah tersebut diambil untuk membuka akses terhadap sumber daya tambahan guna pembersihan salju darurat.
Belyayev menyalahkan perusahaan pengelola properti yang dinilai gagal membersihkan salju di atap bangunan tepat waktu dan menuding mereka menunggu hingga badai salju berlalu.
Cabang regional Investigative Committee menyatakan telah membuka penyelidikan pidana terkait dugaan pelanggaran keselamatan yang menyebabkan kematian, setelah seorang pria berusia 60 tahun tewas tertimpa salju yang runtuh dari atap gedung apartemen dua lantai.
Menteri Situasi Darurat wilayah Kamchatka, Sergei Lebedev, mengatakan kemudian pada hari yang sama bahwa seorang pria berusia 63 tahun tertimbun hidup-hidup oleh salju yang jatuh dari atap sebuah rumah satu lantai. Petugas medis sempat tiba di lokasi dan berupaya menyelamatkan korban, namun nyawanya tidak tertolong.
“Saya kembali mengimbau masyarakat agar mewaspadai tumpukan salju besar yang terbentuk di atap bangunan selama siklon ini,” kata Lebedev dalam pernyataannya.
“Suhu udara telah meningkat, sehingga salju mulai runtuh dari atap," sambungnya, dikutip dari The Moscow Times, Sabtu, 17 Januari 2026.
Badai Salju di Kamchatka
Kementerian Situasi Darurat Rusia membagikan sebuah video di media sosial yang memperlihatkan petugas penyelamat menggali terowongan di antara gundukan salju besar untuk menjangkau warga lanjut usia yang terjebak di dalam rumah mereka.Kehidupan di Kamchatka nyaris terhenti total setelah beberapa hari dilanda badai salju disertai angin kencang. Sekolah-sekolah ditutup dan layanan transportasi umum dihentikan di ibu kota regional Petropavlovsk-Kamchatsky, di mana seluruh kawasan permukiman tertimbun salju.
Video yang dibagikan seorang warga Petropavlovsk-Kamchatsky kepada The Moscow Times menunjukkan tumpukan salju mencapai lantai dua gedung apartemen, sementara warga setempat bergotong royong membersihkan salju yang menutup akses masuk bangunan.
Para ahli meteorologi memperingatkan cuaca musim dingin ekstrem di Kamchatka, dengan prakiraan salju basah lebat, badai salju, dan angin kencang dari Rabu malam hingga Kamis.
Di Petropavlovsk-Kamchatsky dan sebagian Distrik Yelizovsky District, prakirawan cuaca memperingatkan potensi salju lebat, jarak pandang buruk, serta pembentukan es berbahaya akibat salju basah, dengan angin timur mencapai kecepatan 25–30 meter per detik (56–67 mil per jam).
Suhu diperkirakan berkisar di sekitar titik beku, antara 0 hingga 2 derajat Celsius, dengan kondisi jalanan licin, salju beterbangan, dan risiko perjalanan berbahaya di seluruh wilayah tersebut.
Baca juga: Badai Salju Landa Semenanjung Kamchatka Rusia