Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group, Dr. Akbar Djohan. Dok. Istimewa
Dongkrak Daya Saing Industri Baja, Krakatau Steel Tekankan Peran Negara Sebagai Wasit
Achmad Zulfikar Fazli • 14 January 2026 19:19
Jakarta: Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group, Dr. Akbar Djohan, menekankan pentingnya penguatan peran negara sebagai regulator sekaligus wasit yang menjamin ekosistem persaingan usaha yang sehat dan adil. Peran itu dinilai menjadi kunci pemulihan fundamental industri baja nasional.
Hal ini disampaikan Akbar Djohan dalam sesi talkshow pada acara peluncuran buku karya Dr. Anggawira di Jakarta, Jumat, 9 Januari 2026. Pernyataan strategis ini menegaskan komitmen Krakatau Steel Group untuk terus mendorong transformasi industri yang didukung kerangka regulasi dan penegakan hukum yang konsisten.
“Keberhasilan industri strategis seperti baja sangat ditentukan oleh keseimbangan peran negara dalam ekosistem pasar. Negara harus hadir secara seimbang, bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai wasit yang menjamin persaingan usaha berjalan adil. Dalam kerangka mixed economy, BUMN, sektor swasta, dan koperasi merupakan bagian dari fungsi negara sebagai entrepreneur yang saling melengkapi, bukan saling meniadakan,” tegas Akbar Djohan, dalam keterangannya dilansir pada Rabu, 14 Januari 2026.
Akbar Djohan juga menyoroti persaingan global yang saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh efisiensi korporasi, melainkan juga ketegasan dan keberpihakan kebijakan negara. Kepastian hukum dan kebijakan yang adil menjadi fondasi penting untuk meningkatkan utilisasi industri, memperkuat efisiensi, serta menjaga keberlanjutan kinerja bisnis.
Tantangan dan Peluang
Data yang disampaikan mengungkap potensi peningkatan kinerja yang signifikan. Saat ini, tingkat utilisasi rata-rata kapasitas industri baja nasional masih berada di kisaran 53 persen, sedangkan penetrasi impor baja mencapai 40–55 persen dari kebutuhan nasional, senilai sekitar Rp80 triliun per tahun.
Konsumsi baja global pada 2024 tercatat mencapai 1,7 miliar ton, dengan porsi terbesar diserap sektor infrastruktur dan konstruksi sebesar 52 persen, diikuti bahan baku peralatan mesin 16 persen, komponen otomotif 12 persen, produk metal 10 persen, alat transportasi 5 persen, kelistrikan 3 persen, dan peralatan rumah tangga 2 persen.
Karakteristik tersebut menjadikan industri baja memiliki multiplier effect ekonomi yang tinggi, baik dalam penciptaan lapangan kerja di sepanjang rantai pasok maupun dalam mendorong pertumbuhan industri hilir dan sektor terkait lainnya.
Baca Juga:
Krakatau Steel Perkuat Fondasi Bisnis dengan Komitmen Pasokan Jangka Panjang |
Kondisi ini menegaskan persaingan industri baja global saat ini tidak lagi semata ditentukan oleh efisiensi korporasi, melainkan ketegasan dan keberpihakan kebijakan negara. Bagi Krakatau Steel, kepastian hukum dan kebijakan yang adil menjadi fondasi penting dalam meningkatkan utilisasi industri, memperkuat efisiensi, serta menjaga keberlanjutan kinerja bisnis.
“Dengan ekosistem yang lebih sehat dan kompetitif, serta dukungan regulasi yang tepat, industri baja nasional memiliki ruang yang sangat besar untuk meningkatkan utilisasi dan menangkap pangsa pasar domestik. Ini akan menjadi katalis utama bagi perbaikan fundamental dan pertumbuhan profitabilitas Krakatau Steel ke depannya,” jelas Akbar Djohan.
Kontribusi Nyata
Sebagai bentuk kontribusi nyata, Krakatau Steel aktif mendukung program pemerintah, termasuk pengembangan konsep rumah modular yang dapat digunakan sebagai hunian darurat, klinik, atau pusat kegiatan masyarakat. Inovasi ini merupakan implementasi program Asta Cita dan menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memberikan solusi cepat dan nyata bagi masyarakat, sekaligus membuka segmen bisnis baru yang prospektif dalam kemakmuran bangsa.
“Sinergi dan kolaborasi antara negara sebagai wasit dan entrepreneur dengan seluruh pelaku usaha harus terus diperkuat. Bagi Krakatau Steel, ini adalah spirit untuk terus berkontribusi bagi kemajuan industri baja nasional dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham,” tegas Akbar Djohan.
Dengan langkah strategis, dukungan regulasi yang lebih kuat, dan komitmen pada sinergi nasional, Krakatau Steel Group optimistis dapat meningkatkan kinerja operasional dan finansialnya, yang akhirnya akan berkontribusi positif terhadap peningkatan nilai perusahaan di pasar modal.