Kemenag: Ekoteologi Bagian dari Nilai Keislaman

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad. Foto: Media Indonesia

Kemenag: Ekoteologi Bagian dari Nilai Keislaman

Media Indonesia • 24 January 2026 08:08

Jakarta: Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menyampaikan ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana. Tetapi, harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari. 

“Ekoteologi adalah bagian dari nilai keislaman. Iman tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Abu dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ditjen Bimas Islam di Jakarta, dilansir pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Ia mengungkapkan pihaknya telah menjalankan sejumlah program berbasis lingkungan. Salah satunya pembangunan 154 KUA dengan konsep green building yang ramah lingkungan. Selain itu, terdapat program wakaf pohon yang melibatkan 1,5 juta calon pengantin, serta pengembangan Hutan Wakaf seluas 40 hektare di 11 lokasi yang disinergikan dengan IPB, MOSAIC, dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).
 


Abu Rokhmad juga menekankan peran masjid sebagai pusat edukasi ekoteologi. Saat ini, terdapat 1.507 masjid pilot yang dikembangkan sebagai masjid ramah lingkungan. “Masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat dan kesadaran ekologis,” katanya.

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad. Foto: Media Indonesia

Gerakan ekoteologi juga digerakkan melalui Majelis Taklim dengan program penanaman satu juta pohon matoa, sebagai upaya menumbuhkan kepedulian lingkungan di tingkat komunitas.

Pada aspek akademik dan penguatan narasi keagamaan, Kemenag menggelar International Conference on Islamic Ecotheology for The Future of The Earth yang melibatkan para pakar dan akademisi. Abu Rokhmad menilai konferensi tersebut penting untuk memperkuat landasan ilmiah dan literasi ekoteologi.

“Pesan lingkungan harus menjadi bagian dari ajaran agama yang mudah dipahami dan diamalkan,” ujar dia.

(Abdillah M Marzuqi)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)