Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat menerima audiensi dengan Patria. Istimewa.
Pimpinan MPR Dorong Penguatan Harmoni Demi Persatuan Bangsa
Arga Sumantri • 7 April 2026 18:13
Jakarta: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga harmoni dan memperkuat demokrasi demi kesejahteraan rakyat. Harmoni menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.
Hal ini disampaikan Ibas saat menerima audiensi Ketua Umum dan jajaran pengurus Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (Patria) di Kompleks DPR RI. Audiensi tersebut mengangkat tema Sinergi Patria–Parlemen: Harmoni, Demokrasi, Kesejahteraan, sebagai ruang dialog kebangsaan antara parlemen dan elemen masyarakat sipil dalam memperkuat nilai persatuan, demokrasi, dan pembangunan yang inklusif.
“Kita hidup dalam kemajemukan. Perbedaan adalah kekuatan, bukan kelemahan," ujar Ibas dalam keterangannya, Selasa, 7 April 2026.
Ia menyampaikan apresiasi atas pengakuan resmi negara terhadap Patria sebagai wadah alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Pengakuan ini dinilai bukan hanya legitimasi organisasi, tetapi juga penguatan peran kebangsaan.
"Alumni PMKRI hadir sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial dalam membangun Indonesia," ujar Ibas.
"Patria memiliki peran penting dalam merawat pluralisme dan persatuan," ungkapnya.
Menurut Ibas, demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses elektoral, tetapi juga sebagai upaya berkelanjutan dalam mendengar dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Ibas menekankan bahwa tujuan akhir dari seluruh proses kebangsaan adalah kesejahteraan rakyat.
"Di sinilah peran parlemen dan organisasi alumni menjadi sangat strategis. Kebijakan harus berpihak, pembangunan harus adil, dan hasilnya harus dirasakan oleh seluruh masyarakat," tegas dia.
.jpg)
Gedung DPR ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Lulusan S3 IPB University ini juga menyoroti peran strategis alumni Patria sebagai kelompok terdidik yang memiliki jejaring luas di berbagai sektor. Ia mendorong agar PATRIA dapat mengambil peran sebagai penjaga nilai, mitra kritis, sekaligus penggerak solusi bagi bangsa.
"Patria harus menjadi guardian of values, critical partner, dan agent of change dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.
Fraksi Partai Demokrat, lanjut Ibas, membuka ruang kolaborasi yang luas dengan patria, khususnya dalam penyerapan aspirasi masyarakat, perumusan kebijakan publik yang inklusif, serta pengawalan program pembangunan agar tepat sasaran.
"Kita ingin membangun jembatan dari masyarakat ke parlemen, dari gagasan menjadi kebijakan," ujar Ketua Fraksi Demokrat di DPR itu.
Dorong gerakan ekologis nasional
Ketua Umum DPP Patria 2025–2030, Agustinus Tamo Mbapa, menyampaikan komitmen organisasinya dalam mendorong gerakan ekologis nasional, yaitu Gerakan Satu Juta Pohon dengan melibatkan ribuan titik di seluruh Indonesia sebagai kontribusi nyata terhadap lingkungan.Sementara itu, perwakilan pengurus Patria, Ibnu Kurniawan, mengusulkan solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas. “Bagaimana jika setiap RT ada unit pengelolaan sampah tanpa asap, sehingga bisa membakar sendiri, bisa membesarkan sendiri,” ungkap Ibnu.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan menyampaikan apresiasinya terhadap semangat kontribusi generasi muda. Ia menegaskan bahwa inisiatif tersebut sejalan dengan nilai perjuangan Partai Demokrat dan membuka ruang kolaborasi ke depan.